**Borneonews - Jakarta**, Pakar pendidikan terkemuka, yang juga penulis buku berjudul *Transcend: The New Science of Self Actualization* dan *Wired to Create*, Scott Barry Kaufman, telah menggarisbawahi pentingnya peran guru dalam mengembangkan kreativitas siswa. Menurutnya, guru memainkan fungsi krusial dalam mendukung pembentukan makna dan aktualisasi diri bagi para siswa.
Kaufman menekankan bahwa semua upaya ini dimulai dengan menciptakan lingkungan yang membuat siswa merasa berarti dan memiliki harga diri yang positif tanpa merasa lebih unggul dibandingkan orang lain. Pernyataan tersebut disampaikan dalam sebuah konferensi internasional yang diselenggarakan oleh Redea Institute dengan tema "Pemimpin Etis, Masa Depan Inovatif, Menjembatani Komunitas untuk Masa Depan", yang diadakan secara daring.
Dalam kesempatan tersebut, Kaufman mengungkapkan bahwa topik mengenai harga diri atau *self-esteem* sering kali tidak menjadi perhatian dalam konteks pendidikan, padahal ini adalah aspek yang sangat penting bagi perkembangan siswa. Ia menyarankan agar para pendidik menciptakan suasana yang hangat dan penuh perhatian, sehingga siswa merasa dihargai serta memperoleh dukungan yang mereka butuhkan.
Dengan meningkatkan rasa harga diri, siswa berpotensi untuk membangun kepercayaan diri yang lebih tinggi, berkembang secara kreatif, mampu menghadapi berbagai tantangan, serta mendorong perilaku positif yang berujung pada kestabilan emosional yang baik.
Selain Kaufman, konferensi ini juga menghadirkan pembicara lain seperti Julie Wigton, seorang spesialis kurikulum internasional, dan Ken Shelton, pakar pendidikan teknologi serta *Apple Distinguished Educator*, yang berbicara dalam sesi yang berjudul Understanding, Examining, and Analyzing: The Transformative Power of Artificial Intelligence in Education.
CEO Redea Institute, Antarina SF Amir, menyampaikan bahwa tema konferensi tahun ini merupakan seruan untuk bertindak. Dia mengingatkan bahwa kepemimpinan etis tidak hanya dilihat dari jabatan, melainkan juga sebagai cara hidup dan komitmen untuk menjaga integritas serta mendorong perubahan positif dalam pendidikan.
Antarina juga mengajak semua peserta untuk melakukan refleksi, merenungkan bagaimana sebagai pendidik dapat membekali siswa dengan keterampilan yang mereka perlukan untuk menjadi warga global yang bertanggung jawab dan pemecah masalah yang visioner.
Dalam konferensi internasional ini, terdapat juga sesi Learning Heroes, di mana guru-guru dari sekolah-sekolah jaringan Redea Institute berbagi pengalaman dan strategi mengajar mereka. Guru-guru terpilih dari berbagai jenjang, mulai dari PAUD hingga SMA, berkesempatan untuk berbagi wawasan dengan para pendidik lainnya.
Antarina menggarisbawahi pentingnya peningkatan kompetensi guru secara konsisten agar mereka dapat memberikan pengalaman belajar yang berarti dan relevan. Hal ini diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata bagi dunia pendidikan serta menyiapkan generasi penerus yang berintegritas dan bersemangat untuk berinovasi.
ANTARA
Peran Guru dalam Membangun Kreativitas dan Harga Diri Siswa
Bagikan:

JAKARTA –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Flick Lawan Mourinho Serasa Superman vs Batman
Kepala DLH Palangka Raya Tinjau Langsung Pengelolaan Sampah di Dua Kecamatan
Polri Pantau Kawasan Konservasi Perkuat Perlindungan Orang Utan
Bupati Kobar Bermalam di TNTP Pantau Pemadaman Karhutla dan Kebutuhan Relawan
Dana Rp240 Miliar Disalurkan untuk Tangani Karhutla di Kalbar
Indeks Kualitas Udara Palangka Raya Capai 1.506, Masuk Kategori Berbahaya
Komentar (0)
Memuat komentar…







