JAKARTA –
**Borneonews - Jakarta**, Aktris multifaset, Prilly Latuconsina, mengungkapkan keprihatinannya mengenai isu kesehatan mental yang semakin mendapat perhatian di masyarakat. Hal ini ia beberkan melalui perilisan film terbarunya yang berjudul *Bolehkah Sekali Saja Kumenangis*. Menurutnya, menjaga kesehatan mental sangat penting agar kita dapat meraih masa depan yang lebih baik. Dalam sebuah konferensi pers yang diadakan di XXI Plaza Indonesia, Jakarta Pusat, Prilly menyatakan, "Kesehatan mental adalah hal yang harus kita jaga setiap saat, dan itu bukanlah topik yang seharusnya dianggap tabu untuk dibicarakan." Ia menekankan bahwa meskipun ada keberanian untuk membahas topik ini, sering kali pembicaraan tersebut tidak menyentuh semua lapisan masyarakat. Prilly berpendapat bahwa melalui film ini, ia ingin menyampaikan keresahan mengenai kesehatan mental dan mengajak masyarakat untuk lebih terbuka dalam membicarakannya. "Saya percaya bahwa film adalah sarana yang kuat untuk menggambarkan kenyataan yang terjadi di masyarakat, meskipun sering kali kita takut untuk mengungkapkannya," ujarnya. Sebagai seorang produser dan individu, ia berharap untuk membuat isu kesehatan mental menjadi tema yang mainstream. Upaya Prilly tidak hanya sebatas membuat film, tetapi juga melibatkan berbagai lembaga dan komunitas untuk memastikan kesesuaian dengan praktik yang berlaku di Indonesia dalam menangani isu tersebut. "Pertanggungjawaban terhadap film ini mencakup diskusi dan asisten dari Komnas Perempuan, Komnas HAM, serta Komunitas Advokat yang fokus pada masalah kekerasan berbasis gender. Kami berdiskusi dengan mereka untuk belajar dari kasus yang mereka tangani," tuturnya. Dalam rangka memperingati Hari Kesehatan Mental Sedunia yang jatuh pada 10 Oktober, Prilly berharap filmnya dapat memberikan wawasan baru kepada masyarakat mengenai isu ini. Ia menginginkan agar film tersebut menjadi pemicu bagi audiens untuk berdiskusi tentang kesehatan mental setelah menontonnya. "Untuk menciptakan masa depan yang lebih cerah, sangat penting bagi para pemuda untuk memiliki kesehatan mental yang baik. Bagaimana kita bisa membangun masa depan yang cerah kalau generasi muda tidak menjaga kesehatan mentalnya? Saya berharap film ini dapat membuat mereka lebih peduli terhadap kesehatan mental mereka sendiri," kata Prilly menutup percakapan. ANTARA