**Borneonews - Solo, Jawa Tengah**, Pekan Paralimpiade Nasional (Peparnas) dinyatakan sebagai tolok ukur untuk menilai keberhasilan setiap provinsi dalam mengembangkan atlet penyandang disabilitas, ungkap seorang pejabat dari Kementerian Pemuda dan Olahraga pada hari Kamis.
Budi Ariyanto Muslim, asisten deputi untuk olahraga unggulan, menekankan bahwa dukungan untuk pengembangan atlet penyandang disabilitas tidak merata di seluruh provinsi. Hal ini menunjukkan perlunya perhatian lebih bagi masing-masing daerah dalam meningkatkan kualitas serta memberikan fasilitas yang memadai bagi para atlet tersebut.
Pekan Paralimpiade Nasional 2024 berlangsung dari 6 hingga 13 Oktober di Kota Solo, Jawa Tengah. Dalam kesempatan itu, Ariyanto menyampaikan harapannya agar pemerintah provinsi berupaya secara maksimal untuk membantu atlet penyandang disabilitas meraih prestasi yang lebih tinggi dan menembus level elit.
Lebih lanjut, ia menyatakan, "Kami berharap bahwa selain para atlet yang berkompetisi dalam Peparnas, event ini juga dapat melahirkan atlet yang siap dipersiapkan menjadi pesaing kelas dunia."
Peparnas memiliki empat tujuan utama, yakni menyelenggarakan acara secara sukses, mencapai prestasi atlet, manajemen yang efisien, serta memberikan kontribusi bagi perekonomian daerah. Pernyataan ini menunjukkan komitmen pemerintah untuk tidak hanya mendukung atlet secara fisik, tetapi juga memberikan dampak positif bagi masyarakat.
Muslim menambahkan, pemerintah memberikan perhatian serius terhadap pengembangan atlet penyandang disabilitas dengan membangun pusat pelatihan di Karanganyar, Jawa Tengah, pada tahun ini. Ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan untuk memajukan parasport di Indonesia. "Di sana, kami akan melatih dan mempersiapkan atlet untuk menjadi kompetitor elit," jelasnya.
Ia juga menegaskan bahwa kementerian berfokus pada kesejahteraan masa depan para atlet tersebut dengan menjadikan mereka pegawai negeri sipil. "Tahun ini, total ada 350 atlet, baik penyandang disabilitas maupun non-penyandang disabilitas, yang akan diangkat menjadi pegawai negeri di Kementerian Pemuda dan Olahraga," ungkap Ariyanto.
Menteri Pemuda dan Olahraga, Dito Ariotedjo, telah menekankan pentingnya atlet Indonesia penyandang disabilitas untuk mengejar prestasi yang lebih besar di ajang Paralimpiade. Ia menyatakan bahwa PON (Pekan Olahraga Nasional) seharusnya berorientasi pada Olimpiade, atau setidaknya pada Asian Games. Begitu pula dengan Peparnas, yang harus diarahkan ke Paralimpiade, atau setidaknya Asian Para Games.
Dalam pernyataan ini, Dito menunjukkan semangat dan harapan untuk mengangkat martabat dan prestasi olahraga penyandang disabilitas di Indonesia ke level yang lebih tinggi.
ANTARA
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Penipu Galang Dana Karhutla Raup Rp8 Juta Dibekuk
Pertamina Tambah Pasokan BBM dan Operasional SPBU
Bawa Tongkat Komando Berisi Belati ke DPRD Kalsel, Pria 47 Tahun Diamankan Polisi
TNI-Polri Kedepankan Pendekatan Dialogis dalam Mengamankan Dogiyai
Tolak Ajakan Berkelahi, Siswa SMP di Banjarmasin Tetap Dipaksa hingga Tersungkur
Survei IPO: Meutya Hafid Masuk 10 Besar Menteri Berkinerja Terbaik
Komentar (0)
Memuat komentar…







