JAKARTA –
**Borneonews - Jakarta**, Dua jurnalis dari Lembaga Kantor Berita Nasional, Benardy Ferdiansyah dan Iggoy el Fitra, berhasil meraih Penghargaan Subroto 2024 dalam kategori Edukasi serta Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Penghargaan ini diberikan di Jakarta pada hari Kamis. Penghargaan Subroto ini dikenal sebagai penghargaan tertinggi di bidang energi dan sumber daya mineral di Indonesia. Prestasi Benardy Ferdiansyah terukir setelah ia berhasil menjadi juara pertama dalam lomba karya tulis jurnalistik *hardnews*. Artikel yang ditulisnya berjudul "Badan Geologi Temukan Potensi Litium dan Boron Dukung Transisi Energi". Dalam artikel tersebut, Benardy melaporkan tentang keberhasilan Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral dalam menemukan potensi mineral litium dan boron di beberapa lokasi yang berpotensi besar dalam mendukung program transisi energi di Indonesia. Sementara itu, Iggoy el Fitra, yang merupakan seorang jurnalis foto, juga berhasil meraih tempat pertama dalam lomba fotografi. Karya yang dipresentasikannya menampilkan foto seorang Sikerei, yang merupakan tabib dari Mentawai, sedang mengisi token listrik yang habis di Desa Madobag, Siberut Selatan, Kabupaten Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat. Keduanya menerima penghargaan tersebut secara langsung dari Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, dalam acara Malam Puncak Hari Ulang Tahun Ke-79 Pertambangan dan Energi yang dihadiri oleh Presiden Joko Widodo. Acara tersebut berlangsung di Ballroom Kempinski Hotel, Jakarta, pada malam Kamis. Dalam sambutannya, Presiden Joko Widodo menekankan bahwa sektor ESDM memegang peranan yang sangat strategis dan memiliki potensi yang luar biasa, serta mampu memberikan *multiplier effect* yang signifikan bagi perekonomian nasional. Ia menyebutkan bahwa sejak tahun 2014 hingga saat ini, Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) yang diperoleh dari sektor ESDM telah mencapai sekitar 1.800 triliun rupiah. Lebih lanjut, Presiden menegaskan pentingnya nilai tambah dari sektor ESDM. Ia menggarisbawahi bahwa nilai tambah tersebut harus dikelola dengan baik di dalam negeri mengingat besarnya manfaat yang dapat diperoleh. ANTARA