BANJARMASIN –
**Borneonews - Tanah Laut**, Penjabat Bupati Tanah Laut, Kalimantan Selatan, Syamsir Rahman, menegaskan bahwa kabupaten ini telah dinyatakan bebas dari endemis frambusia. Hal ini dicapai berkat kerja keras yang dilakukan oleh seluruh tenaga kesehatan yang berupaya menjaga dan mencegah penyebaran penyakit tersebut. Syamsir menyampaikan bahwa dalam rentang waktu sepuluh tahun terakhir, Tanah Laut berhasil mempertahankan statusnya sebagai daerah yang bebas dari endemis frambusia. Pernyataan ini disampaikan saat acara asesmen untuk eradikasi frambusia yang resmi dibuka di Aula Dinas Kesehatan Tanah Laut. Lebih lanjut, Syamsir mengungkapkan pentingnya kegiatan asesmen ini untuk membuktikan bahwa Tanah Laut layak mendapatkan sertifikat sebagai daerah bebas frambusia. Dia berharap semua pihak akan menunjukkan bahwa langkah-langkah yang telah diambil selama ini telah berada di jalur yang benar. "Pencegahan penyakit frambusia harus tetap menjadi prioritas kita di masa mendatang," ujarnya. Kepala Dinas Kesehatan Tanah Laut, Isna Farida, juga menyampaikan harapannya agar dengan dukungan dari berbagai pihak, kabupaten ini dapat menerima sertifikat sebagai daerah bebas frambusia. "Kami berharap kabupaten ini layak mendapatkan sertifikat bebas frambusia," tambahnya. Untuk memberikan informasi lebih lanjut, frambusia adalah infeksi bakteri kronis yang memengaruhi kulit, tulang, dan tulang rawan. Penyakit ini umumnya lebih sering menyerang anak-anak di daerah tropis, termasuk di kawasan Asia. Frambusia dapat menular melalui kontak langsung dengan kulit individu yang terinfeksi, oleh karena itu, upaya pencegahan sangat penting untuk menjaga kesehatan masyarakat. ANTARA