JAKARTA –
**Borneonews - Jakarta**, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan, memberikan apresiasi terhadap kinerja Abdullah Azwar Anas yang telah menjabat sebagai Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Reformasi dan Birokrasi selama dua tahun. Penghargaan ini disampaikan dalam acara Forum Kinerja Reformasi Indonesia sekaligus peluncuran buku berjudul *Anti-Mainstream Bureaucracy* yang berlangsung di Jakarta. Luhut mengungkapkan bahwa ia mengenal sosok Anas sejak Anas dinyatakan sebagai bupati terbaik di Indonesia. Hubungan keduanya semakin erat ketika Luhut ditunjuk untuk mengatasi masalah pandemi COVID-19. Dalam situasi tersebut, Luhut merasakan pentingnya kolaborasi antara pemerintah daerah, provinsi, serta lembaga keamanan seperti Polri dan TNI. “Saat saya ditugaskan untuk menangani COVID-19, yang ada di pikiran saya adalah bagaimana cara mengoordinasikan semua daerah dengan efektif,” jelas Luhut. Dalam perannya, Luhut ditunjuk oleh Presiden Joko Widodo untuk mengendalikan penanganan pandemi yang saat itu sedang meluas di tanah air. Untuk mendukung tugas tersebut, Luhut meminta pertolongan Anas agar seluruh kepala daerah dapat mematuhi setiap kebijakan yang diterapkan selama masa pandemi. “Hampir setiap rapat, beliau hadir untuk membantu. Dari situ saya menyadari bahwa dia adalah sosok yang luar biasa,” tuturnya. Di sisi lain, Luhut juga menekankan bahwa Presiden Jokowi telah memberikan tugas terkait pengembangan *e-katalog*. Namun, meskipun sudah enam kali mendapatkan arahan dari Presiden untuk memperbaiki sistem tersebut, tidak ada perkembangan yang signifikan. Dalam situasi ini, Abdullah Azwar Anas akhirnya diangkat untuk memimpin Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) tanpa adanya Tim Penilaian Akhir (TPA). "Dalam proses tersebut, saya menyarankan perlu adanya penggantian di LKPP karena situasi tidak kunjung membaik. Saya melaporkan kepada Presiden tentang hal ini dan beliau setuju untuk menunjuk Pak Anas,” ungkap Luhut. Kendati telah mendapatkan instruksi dari Presiden sebanyak enam kali, Luhut merefleksikan bahwa situasi di LKPP tidak mengalami perubahan. Dia menyebutkan, pengangkatan Anas adalah langkah yang diharapkan dapat membawa perubahan positif di lembaga tersebut. ANTARA