JAKARTA –
**Borneonews - Prancis**, Badai yang dikenal dengan sebutan *Kirk* telah menyebabkan satu korban jiwa di Prancis selatan pada Kamis lalu. Kejadian ini sangat disayangkan dan menjadi perhatian media. Badan meteorologi Prancis, Meteo France, menginformasikan bahwa negara tersebut masih dalam status siaga, terutama di Departemen Seine-et-Marne yang terletak di bagian tengah utara. Badai ini berdampak signifikan, termasuk menggulingkan perahu-perahu di kota Sète di daerah Mediterania. Menurut laporan dari stasiun penyiaran BFMTV, seorang pelaut amatir dilaporkan tewas akibat badai tersebut. Selain itu, terdapat satu orang lainnya yang dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis lebih lanjut. Fenomena cuaca ekstrem ini juga mengakibatkan pemadaman listrik di lebih dari 65.000 rumah, sedangkan beberapa kota lainnya mengalami genangan air akibat hujan deras. Akibat curah hujan yang tinggi, pelayanan kereta api juga mengalami gangguan di lima wilayah Prancis. Di tempat lain, seorang pengemudi di kota barat Pornic terperangkap dalam banjir. Pemadam kebakaran terpaksa melakukan evakuasi terhadap pengemudi tersebut. Namun, saat ini kondisinya dilaporkan kritis. Paris turut merasakan dampak dari badai ini, dengan hujan deras yang mengakibatkan Sungai Seine, yang mengalir di tengah kota, mengalami peningkatan ketinggian hingga mencapai 2,72 meter. Pihak pemerintah kota memperkirakan bahwa kenaikan ini akan terus berlanjut. Kejadian-kejadian ini mencerminkan betapa dahsyatnya dampak dari badai *Kirk*, yang telah menciptakan tantangan besar bagi masyarakat dan pihak berwenang di berbagai daerah di Prancis. Tindakan pencegahan dan tanggap darurat tentunya menjadi fokus utama agar kejadian serupa tidak mengulang kembali di masa mendatang. ANTARA