JAKARTA –
**Borneonews - Solo, Jawa Tengah**, Pelatih bowling, Thomas Tan, memberikan pengakuan atas kualitas infrastruktur yang dimiliki oleh venue cabang olahraga para-ten pin bowling dalam rangka Pekan Paralimpiade Nasional (Peparnas) 2024. Ia menilai bahwa kondisi arena telah memenuhi standar yang diperlukan untuk penyelenggaraan kompetisi. "Setelah melihat secara langsung, saya tidak menemukan masalah berarti. Semua fasilitas di arena dapat berfungsi dengan baik," ungkap Thomas di Bengawan Sport, tempat berlangsungnya acara, pada hari Kamis. Dalam penilaian Thomas, kualitas dari arena tersebut, mulai dari lintasan hingga papan skor, menunjukkan standar yang sangat bagus. Dia juga memberikan pujian kepada pihak tuan rumah, Solo, yang berhasil mempersiapkan segala sesuatunya meskipun waktu persiapan relatif singkat. Proses perpindahan tuan rumah Peparnas 2024 dari Sumatera Utara ke Solo hanya dipastikan pada bulan Juni 2024. "Ini adalah arena bowling terbaik yang harus dioptimalkan penggunaannya," lanjut pelatih yang sebelumnya pernah melatih tim bowling Indonesia pada ajang *SEA Games* hingga *Asian Games* tersebut. Namun, Thomas juga mencatat satu kekurangan yang ada, yakni sistem pendingin ruangan (AC) yang tidak tersedia. Sebagai solusi sementara, panitia terpaksa menyewa AC portabel yang dipadukan dengan kipas angin untuk menjaga suhu di dalam arena. "Saya berharap ke depannya fasilitas pendingin harus lebih memadai, mengingat suhu di dalam ruangan memang terasa panas. Hal ini bisa membuat atlet merasa kurang nyaman saat berkompetisi," jelasnya. Kompetisi para-ten pin bowling Peparnas 2024 dimulai sejak hari Senin, 7 Oktober, dan mempertandingkan total 42 nomor. Terdapat 10 klasifikasi disabilitas yang ditandingkan, termasuk kategori tunanetra, tunagrahita, dan tunadaksa. Hingga tanggal 10 Oktober, Jawa Barat menjadi provinsi yang paling berhasil, berhasil meraih enam medali emas, tiga medali perak, dan dua medali perunggu. Kompetisi ini diikuti oleh delapan provinsi, yaitu Jawa Tengah, Jawa Barat, Sumatera Selatan, Riau, DKI Jakarta, Sumatera Barat, Sumatera Utara, serta Daerah Istimewa Yogyakarta. ANTARA