**Borneonews - Bandung**, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Jawa Barat mengumumkan bahwa dalam penyusunan pertanyaan untuk debat calon gubernur dan wakil gubernur, dilakukan kolaborasi dengan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) serta perwakilan kaum disabilitas. Kegiatan ini dilaksanakan melalui sebuah diskusi terfokus, yaitu Focus Group Discussion (*FGD*), yang diikuti oleh tujuh tim perumus.
Ketua KPU Jabar, Ummi Wahyuni, menyatakan dalam keterangan resmi bahwa kegiatan ini melibatkan berbagai narasumber dari Bappeda dan perwakilan dari komunitas disabilitas. "Pada hari ini, kami mengundang tujuh tim perumus serta dua narasumber. Narasumber pertama berasal dari Bappeda, dan yang kedua adalah perwakilan rekan-rekan disabilitas," ujar Ummi.
Ummi menjelaskan bahwa tujuh tim perumus tersebut berasal dari beragam latar belakang, termasuk profesional, tokoh masyarakat, dan akademisi. Penunjukan ini mengikuti ketentuan yang diatur dalam Peraturan KPU Nomor 13 serta Juknis 1363. Para anggota perumus terdiri dari individu yang cukup berpengalaman, antara lain Dr. Ramadhan Pancasilawan, Aziz Hakim Syaerozie, Dr. Dena Widyawan, Prof. Dr. H. Suwatno, Erik Mayusra, Anis Ilahi Wahdati, M.Si., dan Yusfitriadi.
Dalam sesi *FGD* tersebut, fokus utama dari masukan yang diberikan adalah pada penyelarasan program-program daerah serta pemenuhan hak-hak disabilitas. Ummi menambahkan, "Dari Bappeda, lebih difokuskan pada penyelarasan serta memastikan keberlanjutan dari program-program di Jawa Barat, sementara itu, perwakilan disabilitas memberikan pandangan terkait pemenuhan 36 hak mereka."
Dalam pertemuan tersebut, sudah disusun enam tema besar yang akan menjadi materi utama debat calon gubernur dan wakil gubernur, yang direncanakan berlangsung dalam tiga sesi pada tanggal 11, 17, dan 23 mendatang. KPU Jawa Barat juga telah menetapkan tiga lokasi untuk penyelenggaraan debat, yang mana tim panelis akan hadir untuk membimbing setiap sesi.
Salah satu anggota tim perumus, Yusfitriadi, menjelaskan pentingnya diskusi yang dilakukan dengan Bappeda. Ini bertujuan agar rumusan tema debat tetap relevan dengan program-program daerah yang telah direncanakan. "Kami berupaya untuk memastikan bahwa rumusan dari tim perumus ini tidak jauh dari program-program pemerintah daerah, mencakup aspek-aspek seperti tata kelola pemerintahan, sumber daya manusia, infrastruktur, pertanian, serta inklusivitas," ungkap Yusfitriadi.
Sementara itu, Ramadhan Pancasilawan, anggota tim perumus lainnya, menyampaikan bahwa enam tema besar yang telah dibahas akan diperinci lebih lanjut sesuai dengan masukan yang diterima dari kedua narasumber yang hadir. "Kami akan memecah enam tema besar ini menjadi lebih spesifik sesuai dengan materi yang disampaikan oleh narasumber," tuturnya.
Dengan adanya persiapan matang ini, KPU Jawa Barat optimis bahwa debat calon gubernur dan wakil gubernur dapat terlaksana dengan baik, menghadirkan diskusi yang mendalam dan mengangkat isu-isu strategis yang berkaitan dengan pembangunan serta kesejahteraan di wilayah Jawa Barat.
ANTARA
Debat Calon Gubernur Jabar Libatkan Bappeda dan Disabilitas
Bagikan:

BANDUNG –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Hari Santri Nasional Momentum Perkuat Komitmen Cetak Generasi Emas
Polda Kalteng Lakukan Penanaman Pohon di Bekas Lokasi Karhutla, Wujudkan Green Policing
Kebakaran di Sungai Andai Banjarmasin, Dua Rumah Terdampak
BPBD Kapuas Sampaikan Duka atas Meninggalnya Warga yang Kerap Bantu Padamkan Karhutla
Seorang Pria Meninggal Dunia Saat Salat Jum'at di Masjid Al Hidayah Banjarmasin
Bayi Laki-Laki Ditemukan di Pelataran Musala di Kotabaru
Komentar (0)
Memuat komentar…







