MAKASSAR –
**Borneonews - Makassar**, Menteri Pertanian Republik Indonesia, Andi Amran Sulaiman, melakukan kunjungan kerja untuk memantau dan mengoptimalkan lahan pertanian di salah satu desa di Kabupaten Bone. Dalam kunjungan ini, ia didampingi oleh Kepala Staf Komando Daerah Militer (Kasdam) XIV/Hasanuddin, Brigjen TNI Rusmili, beserta jajaran Forkopimda di Sulawesi Selatan. Rusmili menjelaskan bahwa kedatangannya bersama Menteri Pertanian ke desa kelahiran Amran bertujuan untuk mengevaluasi pengelolaan lahan yang ada di Desa Matajang, Kecamatan Dua Boccoe, Kabupaten Bone. Selain melakukan tinjauan di lokasi optimalisasi lahan, rombongan juga menyambangi pabrik gula PT Sinergi Gula Nusantara dan area tanaman tebu PST di Camming, yang juga berlokasi di Kabupaten Bone. Kunjungan kerja tersebut mendapatkan dukungan signifikan dari berbagai pihak, termasuk TNI-Polri, Badan Usaha Milik Negara, serta Forkopimda Sulsel. Mereka semua berkomitmen untuk meningkatkan sektor pertanian di wilayah ini. Dalam agenda kunjungan yang berlangsung selama dua hari, Menteri Pertanian tidak hanya berhenti di Kabupaten Bone, tetapi juga merencanakan kunjungan ke Kabupaten Wajo dan Gowa. Kunjungan ini menjadi sangat spesial karena merupakan yang pertama kali bagi Menteri Pertanian ke kampung halamannya. Wilayah tersebut juga merupakan tempat lahir sejumlah tokoh penting Indonesia, termasuk Wakil Presiden Republik Indonesia ke-10 dan ke-12, HM Jusuf Kalla, serta mendiang Muhammad Yusuf Amir, yang pernah menjabat sebagai Menteri pada zaman Orde Baru. Dalam kesempatan tersebut, Andi Amran menyatakan bahwa tujuannya melakukan kunjungan ini adalah untuk mendorong pengoptimalan lahan pertanian di Sulawesi Selatan. Ia menekankan pentingnya Kabupaten Bone, yang dikenal sebagai salah satu sentra produksi beras di daerah, bersama dengan Kabupaten Sidrap dan Wajo. Hal ini menjadi bagian dari usaha untuk mempertahankan prestasi Sulawesi Selatan sebagai daerah penyangga pangan nasional. ANTARA