**Borneonews - Bantul**, Pemerintah Kabupaten Bantul yang terletak di Daerah Istimewa Yogyakarta baru-baru ini melaksanakan pengiriman perdana bahan bakar alternatif yang dikenal dengan sebutan *refuse derived fuel* (RDF). Bahan bakar ini dihasilkan dari olahan sampah di Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu (TPST) Dingkikan Argodadi, dan kini telah dikirim ke sebuah pabrik semen di Cilacap.
Penjabat Sementara Bupati Bantul, Adi Bayu Kristanto, menyatakan bahwa pengiriman pertama RDF ini menandakan harapan baru dalam upaya pengelolaan dan pengolahan sampah secara menyeluruh. "Dengan pengiriman perdana RDF ini, kita dapat meningkatkan optimisme dalam pengelolaan dan pengolahan sampah," ujarnya saat melepas truk yang membawa RDF di TPST Argodadi, pada hari Kamis.
Dalam pengiriman ini, tercatat ada sekitar 15 ton bahan bakar alternatif yang berhasil dikirim. Ini merupakan langkah awal setelah TPST di wilayah Dingkikan Argodadi Kecamatan Sedayu beroperasi bertahap sejak bulan Agustus 2024. Menurut Adi, keberadaan RDF ini menunjukkan bahwa sampah bisa dimanfaatkan menjadi produk bernilai ekonomi tinggi.
Lebih lanjut, dia berharap agar langkah ini dapat meningkatkan kesadaran masyarakat Bantul untuk berperan aktif dalam pengelolaan sampah. Ini merupakan bagian dari gerakan untuk mewujudkan program "Bantul Bersih Sampah Tahun 2025" atau yang dikenal dengan sebutan Bantul Bersama.
Adi Bayu Kristanto memberikan apresiasi yang tinggi kepada seluruh elemen masyarakat Bantul dan pihak terkait yang telah bekerja sama dalam mendukung keberhasilan gerakan Bantul Bersama, yang kini sudah memasuki tahun ketiga. Program Bantul Bersih Sampah, yang diluncurkan sejak tahun 2022, tidak akan dapat berjalan tanpa dukungan dari semua elemen masyarakat.
Dia menekankan bahwa melalui gerakan ini, pemerintah berupaya merubah pola kebiasaan masyarakat dalam mengelola sampah. "Kita, Bantul, telah menunjukkan kesiapan menghadapi potensi darurat sampah. Mari kita terus berkomitmen menjaga kelestarian lingkungan," serunya.
Dalam kesempatan itu, dia juga menyentuh pentingnya filosofi Yogyakarta, Hamemayu Hayuning Bawono, yang menunjukkan bahwa penanganan masalah sampah perlu ditangani dengan serius. "Pengelolaan yang baik tidak hanya akan mewariskan lingkungan yang lestari kepada generasi mendatang, tetapi juga mampu meningkatkan nilai ekonomi serta potensi strategis lainnya," tuturnya.
ANTARA
Pengiriman Perdana RDF dari Bantul ke Pabrik Semen Cilacap
Bagikan:

YOGYAKARTA –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Dokter Jadi Tersangka Dugaan Pencabulan terhadap Anak Kandung Berusia 4 Tahun
Dampak Karhutla bagi Kesehatan Bukan Hanya Gangguan Pernapasan
Karhutla Ancam Habitat Orangutan di Kalteng, Patroli dan Evakuasi Satwa Diperkuat
Hadapi Isenmulang FC, PSIM Fokus Pulihkan Fisik dan Benahi Pertahanan
Jadwal Super League: Persib Hadapi Garudayaksa, Derbi Suramadu Warnai Pekan Ketujuh
Pria di Sampit Dilaporkan ke Polres Kotim atas Kasus Asusila terhadap Anak 8 Tahun
Komentar (0)
Memuat komentar…







