**Borneonews - Jakarta**, Ketua Umum Dewan Persusuan Nasional, Teguh Boediyana, menyatakan harapan agar pemerintahan yang akan datang memberikan lebih banyak perhatian serta perlindungan terhadap para peternak sapi perah rakyat. Ia menekankan pentingnya keberlangsungan sektor peternakan sapi perah di Indonesia.
Dalam sebuah acara yang diadakan di Jakarta untuk memberikan gelar kehormatan kepada Letjen TNI (Purn) Bustanil Arifin sebagai Bapak Peternak Sapi Perah Rakyat dan Koperasi Susu, Teguh mengungkapkan bahwa gagasan-gagasan yang telah dicanangkan dalam kebijakan era Menteri Koperasi Bustanil Arifin sebaiknya dihidupkan kembali. Menurutnya, hal ini diperlukan untuk memastikan adanya regulasi yang berpihak pada peternakan sapi perah rakyat dan koperasi susu.
"Sejak lama kami menekankan bahwa sektor peternakan sapi perah rakyat perlu diperkuat kembali, mengingat ketergantungan kita terhadap *impor* susu sangat merugikan para peternak lokal," imbuh Teguh yang merujuk pada rilis pers dari Kementerian Koperasi dan UKM. Ia juga menjelaskan bahwa posisi peternak sapi rakyat saat ini cenderung minim daya tawar. Hal ini disebabkan oleh kurangnya regulasi atau dukungan hukum dari pemerintah.
Oleh sebab itu, ia berharap pemerintah di bawah kepemimpinan Prabowo Subianto akan menerbitkan regulasi khusus yang melindungi peternak sapi perah rakyat. Ia mengingatkan bahwa selama ini pemerintah selalu berperan sebagai jembatan dalam menyelesaikan persoalan di industri susu. "Kami berharap pemerintah dapat berfungsi sebagai mediator untuk mencegah friksi dalam sektor ini," tambahnya.
Teguh juga menceritakan tentang usulan yang pernah diajukan untuk membentuk Badan Persusuan Nasional, yang bertujuan untuk memastikan keberlangsungan peternakan sapi perah dan mencukupi pasokan susu nasional. Sayangnya, usulan tersebut, yang disertai dengan berbagai rencana strategis, belum memperoleh persetujuan dari pemerintah.
"Kami sangat berharap ada regulasi yang bisa memberi payung hukum. Bahkan, jika memungkinkan, ada upaya untuk membuat undang-undang secara khusus mengenai hal ini," ungkap Teguh.
Penghargaan yang diterima oleh Letjen TNI (Purn) Bustanil Arifin dari Dewan Persusuan Nasional diberikan atas kontribusinya yang signifikan dalam mengintroduksi dan mengimplementasikan model usaha koperasi yang berkelanjutan di sektor peternakan sapi perah. Model koperasi yang diinisiasi oleh Bustanil tersebut telah memungkinkan peternak kecil memiliki posisi tawar yang lebih baik.
Dalam kesempatan yang sama, Deputi Bidang Perkoperasian Kemenkop UKM, Ahmad Zabadi, mengakui bahwa kondisi peternakan sapi rakyat mengalami kemunduran yang cukup signifikan. Baik dari aspek produktivitas maupun dari ekosistem pengembangan peternakan, saat ini lebih dari 80 persen kebutuhan susu di Indonesia harus dipenuhi melalui **impor**.
Penurunan dalam sektor persusuan di tanah air tidak lepas dari dampak penyakit mulut dan kuku (PMK) yang pernah menyerang peternakan di Indonesia. Penyakit tersebut telah menyebabkan penurunan produksi susu sampai 25 persen setiap tahunnya, serta menurunkan produktivitas sapi potong dan fertilitas sapi hingga 20 persen.
Untuk meningkatkan keadaan dan mendorong produktivitas serta kualitas peternakan di Indonesia, Ahmad berharap adanya inovasi dan modernisasi dalam sektor peternakan susu melalui ekosistem yang lebih terintegrasi. Modernisasi ini meliputi penerapan teknologi digital dalam manajemen ternak, pengembangan inovasi yang berkaitan dengan pakan ternak, serta penerapan sistem distribusi yang lebih efisien dan terpadu.
ANTARA
Dewan Persusuan Nasional Minta Dukungan untuk Peternak Sapi Perah
Bagikan:

JAKARTA –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Dampak Karhutla bagi Kesehatan Bukan Hanya Gangguan Pernapasan
Karhutla Ancam Habitat Orangutan di Kalteng, Patroli dan Evakuasi Satwa Diperkuat
Hadapi Isenmulang FC, PSIM Fokus Pulihkan Fisik dan Benahi Pertahanan
Jadwal Super League: Persib Hadapi Garudayaksa, Derbi Suramadu Warnai Pekan Ketujuh
Pria di Sampit Dilaporkan ke Polres Kotim atas Kasus Asusila terhadap Anak 8 Tahun
Penerbangan di Kalteng Terdampak Karhutla, Kemenhub Minta Penumpang Rutin Cek Jadwal
Komentar (0)
Memuat komentar…







