**Borneonews - Jakarta**, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Suharso Monoarfa menyampaikan perlunya pengelolaan terpusat terkait ketimpangan dalam akses dan kualitas pendidikan di Indonesia. Dalam pandangannya, pendekatan yang selama ini dilakukan dengan berbagi otoritas antara pemerintah pusat dan daerah belum mampu mengatasi permasalahan ini dengan efektif, terutama karena tidak semua daerah memberikan respons yang optimal terhadap isu tersebut.
Dikatakan oleh Monoarfa, pengelolaan pendidikan dan kesehatan saat ini sebaiknya dilakukan secara terpusat. Tanpa langkah ini, tantangan-tantangan yang ada tidak akan berkurang. Hal ini disampaikannya saat peluncuran Peta Jalan Pendidikan Indonesia 20252045 di Jakarta baru-baru ini.
Suharso Monoarfa juga menunjukkan keyakinan bahwa dengan pengelolaan pendidikan yang terpusat, akan tercapai distribusi lulusan yang lebih merata dengan standar yang konsisten di seluruh penjuru negeri. Ia menambahkan, pemusatan pengelolaan pendidikan akan mendorong adanya standarisasi yang setara bagi para guru dan tenaga pendidik. Ia mengamati bahwa di beberapa daerah, profesi mengajar masih dianggap sebagai pekerjaan sekunder.
Di sisi lain, Monoarfa mencatat bahwa di daerah lainnya, para guru dan tenaga pendidikan sering kali dibebani dengan beban kerja yang melebihi kapasitas, ditambah dengan urusan administratif yang berat, sebagai upaya untuk mendukung kehidupan mereka. Ia menekankan pentingnya bagi para guru untuk memperbarui pengetahuan dan mempelajari metodologi baru.
Namun, faktanya di beberapa wilayah, profesi guru masih dipandang rendah, padahal menjadi seorang guru atau profesional pendidikan merupakan karier yang sangat dihargai. Dengan mengatasi isu-isu ini, diharapkan pemerintah pusat nantinya dapat mendelegasikan tanggung jawab terkait penyediaan fasilitas dan infrastruktur pendidikan kepada pemerintah daerah, setelah permasalahan mendasar tersebut ditangani dengan baik.
ANTARA
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Dinas Pendidikan Kota Palangka Raya Evaluasi Pelaksanaan PJJ di Tengah Kabut Asap
Ini 2 Lokasi Depot Air Gratis di MB Ketapang Sampit
Oli Berceceran di Bundaran Besar Jalan Pemuda Kapuas
Anak Beruang Madu yang Terpisah dari Induknya Diselamatkan Warga Seruyan
Meski Awal Musim Hujan di Kapuas Diprediksi November, El Nino Berpotensi Kurangi Intensitas Hujan hingga 2027
Induk Orangutan Terluka Tetap Jaga Anaknya di Tengah Kepungan Karhutla Desa Kandan Kotim
Komentar (0)
Memuat komentar…







