BANJARMASIN –
**Borneonews - Banjarmasin**, Pemerintah Kota Banjarmasin, yang berada di Kalimantan Selatan, tengah melaksanakan program perbaikan *titian* atau jembatan kayu. Jembatan ini hanya dapat diakses oleh pejalan kaki serta kendaraan roda dua, terutama yang terletak di pemukiman pinggiran sungai. Tindakan ini merupakan bagian dari upaya untuk mengatasi kawasan-kawasan kumuh yang ada di kota tersebut. Menurut Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman Kota Banjarmasin, Chandra Iriandi Wijaya, sebagian besar kawasan kumuh terletak di sepanjang pinggiran sungai, di mana sebagian besar aksesibilitasnya bergantung pada *titian*. Salah satu *titian* yang menjadi fokus perhatian untuk diperbaiki pada tahun ini adalah yang terletak di Gang Gusti Galuh, Jalan Panglima Batur, Kelurahan Surgi Mufti, Banjarmasin Utara, dengan total panjang sekitar 260 meter. Chandra menyatakan bahwa perbaikan menyeluruh pada jembatan kayu ini adalah langkah penting untuk meningkatkan infrastruktur dan aksesibilitas bagi masyarakat. Hal ini sekaligus bertujuan untuk menata kawasan dengan lebih baik. Ia juga menekankan bahwa jembatan kayu tersebut sudah berumur tua dan berpotensi membahayakan keselamatan pengguna. Pemerintah Kota Banjarmasin mengalokasikan anggaran sebesar Rp2,1 miliar untuk memperbaiki *titian* tersebut, yang akan bermanfaat bagi empat RT di daerah sekitar. Progres pembangunan yang sudah dicapai saat ini sekitar 65 persen, dan diharapkan pengerjaan bisa rampung pada bulan Desember 2024. *Titian* ini dibangun menggunakan konstruksi kayu ulin sebagai pondasi, sementara lantainya terbuat dari bahan beton. Menurut penuturan Chandra, pembangunan jembatan ini berlangsung cukup lancar dengan sedikitnya kendala, sehingga ia optimis proyek ini dapat diselesaikan sesuai dengan target waktu yang telah ditentukan. Pemkot Banjarmasin, dalam upaya penanganan kawasan kumuh, juga melaksanakan berbagai program lainnya, seperti perbaikan jalan titian yang ada di pemukiman pinggiran sungai, meningkatkan sistem drainase, melakukan bedah rumah, serta meningkatkan sanitasi. Berdasarkan data dari Pemkot Banjarmasin, luas kawasan kumuh di kota ini mencapai sekitar 500 hektare sesuai dengan SK Wali Kota yang diterbitkan pada tahun 2022. Setiap tahunnya, Pemkot menargetkan penanganan sekitar 65 hektare kawasan kumuh, dan hal ini menjadi prioritas dalam program tahun ini. ANTARA