JAKARTA –
**Borneonews - Jakarta**, Presiden Joko Widodo menegaskan pentingnya Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) untuk terus melakukan penyederhanaan regulasi demi memudahkan arus masuk investasi. Penegasan ini disampaikan oleh Presiden pada peringatan Malam Puncak HUT Ke-79 Pertambangan dan Energi yang berlangsung di Jakarta pada Kamis malam. Saat menyampaikan pandangannya, Presiden menekankan bahwa regulasi yang rumit sering kali menghambat proses investasi. Ia menyatakan, "Segala hal yang berkaitan dengan regulasi perlu diperhatikan dengan seksama. Setiap proses yang memakan waktu lama dan berputar-putar dari satu meja ke meja lainnya harus segera disederhanakan agar investasi dapat mengalir ke negara kita." Dengan adanya investasi yang lebih banyak di sektor ESDM, akan terbuka peluang kerja yang lebih luas dan meningkatkan kegiatan eksplorasi. Hal ini juga diharapkan dapat mendorong peningkatan *lifting* minyak dan gas di Indonesia. Di sisi lain, Presiden memperingatkan bahwa jika penyederhanaan izin dan regulasi tidak dilakukan, Indonesia akan kesulitan untuk bersaing di tingkat global. Ia menegaskan, "Sekali lagi saya tegaskan, kedepannya negara yang bergerak cepat akan mengungguli negara yang lambat. Tidak akan ditentukan oleh ukuran negara atau kekayaan sumber daya, tetapi oleh kecepatan dalam merespons perubahan." Dalam konteks ini, kecepatan dan efisiensi dalam pembentukan regulasi menjadi kunci untuk memastikan Indonesia dapat menarik lebih banyak investasi dan bersaing dengan negara-negara lainnya di dunia. ANTARA