**Borneonews - Jakarta**, Pembukaan kembali Museum Nasional Indonesia (MNI) resmi dilakukan oleh Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Muhadjir Effendy. Peresmian ini menandai sebuah fase baru bagi museum yang pascakebakaran pada tahun 2023.
Dalam sambutannya, Muhadjir menekankan bahwa peresmian ini bukan sekadar simbolis, tetapi juga sebagai komitmen untuk memelihara serta memperkaya warisan budaya Indonesia. Dia menyatakan bahwa pentingnya pendidikan dan akses terhadap kebudayaan harus dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat.
Lebih lanjut, Muhadjir menegaskan bahwa komitmen ini sejalan dengan Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2017 yang mengatur tentang Pemajuan Kebudayaan. Undang-undang ini mencerminkan amanat Presiden Joko Widodo, yang menginginkan peran strategis budaya dalam pembangunan dan pengelolaan museum yang lebih baik.
Pembukaan kembali museum ini diharapkan membawa vitalitas baru dalam melindungi, mengembangkan, dan memanfaatkan kebudayaan nasional. Sementara itu, Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, Nadiem Anwar Makarim, menegaskan bahwa pihaknya telah bekerja keras untuk melakukan renovasi dan pemulihan Museum Nasional Indonesia usai insiden kebakaran yang terjadi pada September 2023.
Nadiem menjelaskan bahwa upaya renovasi tidak hanya berfokus pada aspek fisik bangunan, tetapi juga mencakup gagasan reimajinasi yang bertujuan untuk memberikan nyawa baru bagi *Indonesian Heritage Agency*. Ia menambahkan bahwa reimajinasi ini adalah langkah strategis agar warisan budaya dihargai, dilestarikan, dan digunakan untuk kesejahteraan masyarakat.
Ia juga menekankan pentingnya gagasan reimajinasi sebagai landasan untuk meningkatkan kualitas pelayanan dalam pelestarian museum dan cagar budaya yang dikelola oleh pemerintah. Di samping itu, Nadiem memperkenalkan langkah-langkah inovatif yang mencakup pembaruan kuratorial dan pengelolaan koleksi demi memperkuat narasi warisan budaya Indonesia serta meningkatkan estetika, keamanan, dan kenyamanan infrastruktur museum.
Tak hanya itu, perbaikan profesionalisme dan kompetensi sumber daya manusia juga menjadi fokus utama agar pengelolaan museum dapat memenuhi standar yang tinggi. "Mari kita terus melanjutkan langkah dan upaya reimajinasi demi menciptakan ekosistem museum yang kuat dan kaya akan budaya," ungkap Nadiem.
Dalam acara tersebut, Menko PMK juga berkesempatan melakukan tur ke dalam museum untuk mengeksplorasi beberapa pameran baru yang bersifat interaktif. Di antaranya adalah ruang *ImersifA* yang memanfaatkan teknologi multimedia untuk menghidupkan sejarah Indonesia, ruang masa depan MNI yang membahas tentang pelestarian budaya ke depan, serta ruang paras Nusantara yang merayakan keragaman masyarakat Indonesia.
Pengunjung juga dapat menikmati ruang pameran repatriasi yang menampilkan artefak-artefak yang baru saja dikembalikan ke tanah air, serta toko *IHA* yang menjual cendera mata khas museum dan cagar budaya.
Museum Nasional Indonesia dijadwalkan akan dibuka kembali untuk umum pada 15 Oktober 2024, dan berjanji untuk menghadirkan berbagai program interaktif dan edukatif yang tidak hanya menarik, tetapi juga menyenangkan bagi pengunjung.
ANTARA
Pembukaan Kembali Museum Nasional Indonesia, Warisan Budaya Diperkuat
Bagikan:

JAKARTA –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Polres Barito Timur Kerahkan 38 Personel Padamkan Karhutla di Murutuwu
Veda Ega Sebut Tugasnya Belum Usai Setelah Berada di Pole Position
Sembilan Hari Risnayati Hilang, Pencarian Terkendala Kabut Asap Karhutla
Indonesia Lampaui Target Emas Asian Para Games 2026
Rian/Daniel ke Final Kudus Indonesia Masters Usai Menang Tiga Gim
Kemnaker Umumkan Syarat dan Cara Daftar Pelatihan Vokasi Korban PHK
Komentar (0)
Memuat komentar…







