JAKARTA –
**Borneonews - Jakarta**, Wakil Presiden Republik Indonesia, Ma’ruf Amin, telah menekankan pentingnya memperkuat hubungan antara ASEAN dan Australia melalui pelaksanaan yang efektif dari sejumlah perjanjian ekonomi bilateral. Penekanan ini disampaikan oleh Menteri Luar Negeri Indonesia, Retno Marsudi, dalam sebuah pengarahan pers yang berlangsung di Vientiane, Laos. Dalam konteks pertemuan tingkat tinggi yang diadakan selama KTT ke-44 dan ke-45 ASEAN, Ma’ruf Amin mendorong realisasi yang lebih baik dari beberapa inisiatif. Salah satu yang disebutkan adalah *RCEP* (Kemitraan Ekonomi Komprehensif Regional), beserta *ASEAN-Australia-New Zealand FTA* (Kesepakatan Perdagangan Bebas ASEAN-Australia Selandia Baru). Selain itu, dia juga menyoroti pentingnya Strategi Ekonomi Asia Tenggara 2040 yang dicanangkan oleh Australia. Strategi 2040 ini, menurut Menlu Retno, menunjukkan komitmen Australia untuk menjadikan Asia Tenggara sebagai fokus utama dalam memperkuat kerja sama ekonomi hingga tahun tersebut. Hal ini diharapkan dapat memberikan manfaat bagi kedua pihak dalam menghadapi tantangan global. Dalam pertemuan ini, Ma’ruf Amin juga menekankan kebutuhan untuk meningkatkan kerjasama di bidang politik dan keamanan antara ASEAN dan Australia. Fokus utama dalam diskusi tersebut adalah upaya bersama untuk menangani isu-isu terorisme serta kejahatan transnasional yang kian marak. Pentingnya memperkuat kolaborasi dalam bidang pendidikan, budaya, dan hubungan antar masyarakat juga mendapat perhatian. Upaya ini dapat dilakukan melalui pengoptimalan *ASEAN-Australia Centre*, seperti yang diungkapkan oleh Retno. Di samping itu, Ma’ruf Amin, yang berperan sebagai ketua Delegasi Indonesia, menyuarakan harapannya agar Australia tetap berkomitmen dalam menghindari kebijakan pertahanan yang dapat memicu perlombaan senjata serta ketegangan di kawasan Asia-Pasifik. Wakil Presiden juga mengajak Australia untuk mendukung isu Palestina, termasuk pengakuan terhadap negara tersebut. Retno menambahkan bahwa menjaga perdamaian dan stabilitas di kawasan merupakan salah satu pesan penting dari berbagai pertemuan yang dilakukan selama KTT ASEAN, termasuk dalam dialog dengan mitra-mitra ASEAN, termasuk Australia. Pesan ini semakin relevan mengingat situasi dunia saat ini, di mana berbagai konflik dan perang terus berlangsung di banyak wilayah. Mulai tahun ini hingga 2027, Indonesia akan berperan sebagai koordinator untuk kemitraan ASEAN-Australia setelah sebelumnya menjabat sebagai koordinator untuk kemitraan ASEAN-Amerika Serikat hingga tahun 2023. ANTARA