MANOKWARI –
**Borneonews - Kaimana**, Kabupaten Kaimana di Papua Barat telah ditunjuk sebagai lokasi untuk pelaksanaan debat publik pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur pada Pilkada serentak tahun 2024. Penyelenggaraan debat ini dijadwalkan berlangsung pada tanggal 18 Oktober 2024. Candra Kirana, selaku Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kaimana, mengungkapkan bahwa pihaknya sangat bangga dan merasa terhormat dapat menjadi tuan rumah untuk acara penting ini. Ia menegaskan bahwa KPU Kaimana siap untuk mendukung kesuksesan pelaksanaan debat publik tersebut. Sebagai langkah awal, KPU Kaimana telah mengambil inisiatif untuk memilih lokasi debat yang tepat, yaitu di Gedung Olahraga (GOR) yang terletak di Jalan Utarom Bantemi. Pemilihan tempat ini didasarkan pada kenyataan bahwa gedung lain, yang biasa digunakan untuk kegiatan besar seperti Pertemuan Kaimana di Krooy, saat ini sedang dipakai untuk pelaksanaan seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS). Kandra juga menjelaskan bahwa undangan untuk hadir dalam debat ini akan dibatasi, dengan prioritas diberikan kepada anggota Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) baik di tingkat provinsi maupun di Kaimana. Ia sangat berharap agar masyarakat Kaimana dapat memberikan dukungan agar acara debat dapat berjalan dengan lancar, mengingat Kaimana berhasil terpilih dari tujuh kabupaten yang ada di Papua Barat. Pemilihan Kaimana sebagai penyelenggara debat tidak terlepas dari situasi keamanan dan ketertiban masyarakat yang sangat kondusif di wilayah tersebut. Candra menambahkan bahwa jumlah peserta yang hadir akan terbatas, dan hanya akan melibatkan pendukung dari pasangan calon yang ada di Kaimana. Sementara itu, materi debat akan disiapkan oleh tim panelis yang ditunjuk secara resmi oleh provinsi. Sebagai informasi tambahan, dalam Pilkada Papua Barat tahun 2024, hanya terdapat satu pasangan calon yang akan bertanding, yaitu Dominggus Mandacan dan Mohamad Lakotani, yang dikenal dengan sebutan *DoaMu*. Jumlah daftar pemilih tetap (DPT) untuk Pilkada ini diperkirakan mencapai 376.548 orang, yang terdiri dari 189.621 pemilih laki-laki dan 186.927 pemilih perempuan, yang tersebar di tujuh kabupaten di Papua Barat. ANTARA