BANJARMASIN –
**Borneonews - Banjar**, Pemerintah Desa (Pemdes) Sungai Lakum yang terletak di Kecamatan Kertak Hanyar, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, mengambil inisiatif untuk meningkatkan produktivitas padi dengan mengalokasikan dana desa untuk membeli dua unit traktor. Investasi ini diharapkan dapat memberikan dukungan efektif bagi kelompok tani setempat dalam upaya mereka meningkatkan hasil pertanian. Dua unit traktor yang baru dibeli ini direncanakan akan mulai dioperasikan oleh kelompok tani pada musim tanam yang akan datang. Kepala Desa Sungai Lakum, Zainul Aqli, menjelaskan bahwa harga per unit traktor mencapai Rp56 juta. Dia optimis, traktor tersebut akan digunakan dalam waktu dekat, yang memungkinkan kelompok tani tidak lagi bergantung pada metode pertanian tradisional yang kurang efisien. Zainul juga mengungkapkan sejumlah tantangan yang dihadapi oleh kelompok tani, antara lain kelangkaan pupuk, ketergantungan pada sewa mesin panen, serta ketiadaan saluran irigasi yang memadai untuk kebutuhan pengairan. Meskipun terdapat upaya untuk meminta tambahan lima unit traktor kepada Dinas Pertanian Kabupaten Banjar, hingga saat ini permohonan tersebut belum dapat terealisasi. Dalam kesempatan terpisah, Kader Digital Desa Sungai Lakum, M Rizqy Ramadhani, mengungkapkan bahwa kedepan akan ada pelatihan bagi kelompok tani untuk beralih ke metode pertanian yang lebih modern dengan memanfaatkan teknologi. Dia berkomitmen untuk mengawal pengajuan bantuan kepada dinas terkait agar prosesnya dapat berjalan lebih cepat. Rizqy juga menyebutkan pentingnya melakukan perbaikan atas berbagai kelemahan yang ada di desa, sesuai dengan instruksi dari kementerian desa. Dia menyampaikan apresiasi kepada kepala desa yang telah memberikan dukungan kepada kelompok tani. Lebih lanjut, Rizqy mencatat bahwa salah satu kelemahan di kalangan petani adalah rendahnya pemahaman teknologi di kalangan warga, yang sebagian besar disebabkan oleh faktor usia dan kesibukan mereka sebagai petani. Untuk itu, dia mengandalkan ruang khusus dalam komunitas desa yang telah dibangunkan oleh kepala desa sebagai tempat untuk meningkatkan literasi digital di kalangan masyarakat. Terkait masalah kelangkaan pupuk, Akhmad Yunani selaku Duta Digital Kabupaten Banjar, menyarankan agar petani mulai memanfaatkan limbah organik untuk membuat pupuk kompos sebagai solusi sementara sebelum pupuk yang dibutuhkan tersedia. "Kita bisa memanfaatkan limbah dari sampah yang ada di desa untuk dijadikan kompos," jelasnya. Ia menekankan bahwa dukungan dan kerjasama antar duta serta kader digital sangat penting untuk menyelesaikan permasalahan yang ada di desa. Dengan adanya ruang khusus komunitas, mereka siap memberikan bimbingan, pendidikan, dan bantuan kepada masyarakat setempat demi meningkatkan kualitas hidup dan produktivitas pertanian di Desa Sungai Lakum. ANTARA