**Borneonews - Jakarta**, Diabetes yang tidak dikelola dengan baik dapat menyebabkan dampak serius pada kesehatan penglihatan. Menurut Prof. dr. Muhammad Bayu Sasongko, Ph.D, M.Epid, Sp.M(K), yang menjabat sebagai Kepala Departemen Oftalmologi di Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan Universitas Gadjah Mada, risiko retinopati diabetik meningkat pada individu dengan pengendalian diabetes yang buruk.
Dalam sebuah telewicara daring yang berlangsung pada Kamis, Prof. Bayu menekankan bahwa diabetes yang tidak terkontrol dapat merusak pembuluh darah di seluruh tubuh, termasuk di area mata. "Retina merupakan salah satu bagian esensial dari mata. Di dalam retina terdapat sensor penglihatan yang dilengkapi dengan jaringan pembuluh darah. Ketika diabetes berlanjut, terutama jika tidak terkelola dengan baik, kerusakan pada sel-sel retina yang berfungsi sebagai sensor penglihatan bisa terjadi," jelasnya.
Kerusakan yang dialami akibat retinopati diabetik sering kali bersifat permanen. Retinopati diabetik sendiri merupakan salah satu komplikasi dari diabetes melitus, di mana tingginya kadar gula darah mengakibatkan kerusakan pada pembuluh darah di retina, terutama pada jaringan yang sensitif terhadap cahaya.
Pasien yang mengalami retinopati diabetik dapat mengalami berbagai gangguan penglihatan, mulai dari penglihatan kabur hingga peningkatan risiko munculnya katarak. "Katarak dapat terjadi jika kondisi retina masih dalam keadaan relatif baik. Namun, dalam kasus yang lebih ekstrem, glaukoma dapat muncul pada tahap lanjut, di mana penglihatan yang kurang baik mungkin menjadi permanen dan tidak dapat disembuhkan," tambahnya.
Lebih jauh, Prof. Bayu menyatakan bahwa umumnya pasien yang telah menderita diabetes selama 10 sampai 15 tahun akan mulai menunjukkan tanda-tanda retinopati. Meski begitu, jika diabetes tersebut dikelola dengan baik sepanjang waktu itu, dengan bantuan medis, risiko perkembangan retinopati dapat diperlambat.
Deteksi dini retinopati diabetik dianggap sangat penting sebagai bagian dari pengelolaan diabetes dan untuk mencegah komplikasi lebih lanjut. "Jika terdeteksi lebih awal, perawatan yang tepat dapat menahan laju kerusakan secara signifikan sehingga kualitas penglihatan tetap baik meskipun sudah ada kondisi retinopati. Oleh karena itu, skrining dan deteksi dini sangat relevan agar masalah ini dapat teridentifikasi lebih awal, sehingga penanganan dapat dilakukan lebih cepat," tutupnya.
ANTARA
Risiko Retinopati Diabetik Akibat Diabetes yang Tidak Terkontrol
Bagikan:

JAKARTA –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Pemerintah Luncurkan Program Pengawal Energi untuk 3.679 SPBU
BI Kalteng Ingatkan Bahaya Jual Beli Rekening dan QRIS
Kebobolan pada Menit Akhir, Persela Ditahan Imbang De Red FC 2-2
Erick Thohir Berikan Surat Dukungan kepada Presiden FIFA
Gol Pablo Comitre Gagalkan Kemenangan Bali United di Markas Persita
Amri/Nita Petik Pelajaran Berharga Setelah Terhenti di French Open
Komentar (0)
Memuat komentar…







