BANJARMASIN –
**Borneonews - Banjarmasin**, Laboratorium Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) di Provinsi Kalimantan Selatan telah mencatat prestasi yang menggembirakan dalam hal Pendapatan Asli Daerah (PAD). Pada triwulan ketiga tahun 2024, laboratorium ini mencapai 73,2 persen dari target PAD yang telah ditetapkan, yaitu sebesar Rp1,8 miliar dari total target Rp2,5 miliar. Kepala Laboratorium K3, Noorlianisyah, menjelaskan bahwa pencapaian ini diraih melalui pelayanan kesehatan dan keselamatan kerja yang diberikan kepada berbagai perusahaan. Di Banjarmasin, pada hari Jumat, Noorlianisyah menekankan pentingnya memanfaatkan sumber daya manusia serta peralatan yang ada untuk secara optimal mencapai target PAD hingga akhir tahun 2024. Laboratorium K3 Provinsi Kalsel, menurut Noorlianisyah, melayani berbagai perusahaan yang berlokasi di seluruh kabupaten dan kota di Kalimantan Selatan, serta menjangkau Provinsi Kalimantan Tengah. Hal ini menunjukkan komitmen laboratorium dalam memberikan layanan yang maksimal kepada klien mereka. Lebih jauh lagi, Noorlianisyah menambahkan bahwa saat ini Laboratorium K3 memiliki empat tim penguji lapangan, meningkat dari sebelumnya yang hanya tiga tim. Penambahan tim ini ditujukan untuk memenuhi kebutuhan parameter yang diminta oleh perusahaan. Pelayanan yang diberikan oleh Laboratorium K3 mencakup pengujian di bidang *working climate*, pencahayaan, serta pengukuran kebisingan dan getaran seluruh tubuh. Selain itu, mereka juga melakukan pengujian kualitas udara, baik di dalam maupun di luar ruangan, serta analisis lingkungan sekitar perusahaan. Di sisi lain, Noorlianisyah mengungkapkan bahwa pihaknya juga aktif dalam mempromosikan layanan laboratorumnya melalui media sosial. Upaya ini terbukti efektif, mengingat adanya peningkatan permintaan untuk layanan pengujian dari berbagai perusahaan. Dengan strategi yang tepat dan pelayanan yang berkualitas, Laboratorium K3 Kalsel optimis dapat mencapai target-target yang telah ditentukan. ANTARA