**Borneonews - Jakarta**, Persatuan Insan Kolintang Nasional (PINKAN) Indonesia baru saja merilis sebuah buku berjudul "Kolintang The Sound of Heaven". Buku ini ditulis oleh Luddy Wullur dan Lidya Katuuk, bertujuan untuk melestarikan serta mempopulerkan Kolintang, yang merupakan alat musik tradisional dari Minahasa. Alat musik ini bukan hanya sekadar instrumen, tetapi juga mengandung nilai-nilai adat dan budaya yang sangat penting.
Dalam pengantar peluncuran buku tersebut, Ketua Dewan Pembina PINKAN Indonesia, Laksamana TNI (Purn) Prof. Dr. Marsetio, menjelaskan bahwa Kolintang adalah alat musik *onomatope*. Alat ini terdiri dari tiga bilah kayu yang tersusun dan dimainkan dengan ritme berulang. Melalui alunan musiknya, Kolintang melantunkan penghormatan kepada Sang Pencipta Alam Semesta.
Prof. Dr. Marsetio menyatakan bahwa peluncuran buku ini merupakan bagian dari strategi diplomasi dan upaya promosi alat musik tradisional dari Minahasa, Sulawesi Utara. Tujuannya adalah untuk mendapatkan pengakuan internasional sebagai warisan budaya tak benda dari *United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization* (UNESCO). Ia juga menambahkan bahwa musik Kolintang telah dikenal tidak hanya di Minahasa, tetapi juga di seluruh Indonesia dan berbagai negara di luar negeri. Alat musik ini seringkali dimainkan dalam berbagai acara, seperti perayaan ulang tahun provinsi, kabupaten, dan bahkan dalam acara-acara sosial seperti pesta dan penyambutan tamu.
Ibu Penny Iriana, Ketua Umum DPP PINKAN Indonesia, menekankan pentingnya perjuangan ini sebagai upaya untuk mendorong pengakuan Kolintang dari UNESCO. Dia menyoroti bahwa pengakuan tersebut sangat berarti untuk pelestarian alat musik tradisional asal Minahasa.
Saat ini, Kolintang sedang diajukan bersama dengan alat musik Balafor dari Afrika untuk mendapatkan pengakuan UNESCO, yang melibatkan negara-negara seperti Burkina Faso, Mali, dan Pantai Gading. Pengajuan bersama ini didasarkan pada keragaman budaya musik Kolintang yang dapat ditemukan di berbagai negara, termasuk Indonesia.
Andre Notohamijoyo, Asisten Deputi Pemerataan Pembangunan Wilayah Kemenko PMK, memberikan apresiasi terhadap upaya PINKAN Indonesia dalam melestarikan dan mempromosikan Kolintang. Dia mengungkapkan apresiasinya terhadap penerbitan buku dan penampilan ansambel yang menawan.
Penampilan ansambel Kolintang yang disajikan menunjukkan irama yang dinamis, mencerminkan ekspresi budaya yang kaya serta sarat dengan nilai-nilai kemanusiaan. Di masa depan, banyak pihak bersepakat bahwa pelestarian Kolintang harus terus diperkuat, sesuai dengan amanat dari Undang-Undang No. 5 tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan.
ANTARA
Kolintang, Upaya Pelestarian Budaya Melalui Buku dan Diplomasi
Bagikan:

JAKARTA –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Kebakaran Hebat Hanguskan 4 Rumah dan 1 Masjid di Kotim
Saingi China, Pabrik Mobil Jepang Pangkas Masa Pengembangan Model Baru
PDIP Dukung Revisi UU Peradilan Militer Pascaputusan MK
Pemerintah Luncurkan Program Pengawal Energi untuk 3.679 SPBU
BI Kalteng Ingatkan Bahaya Jual Beli Rekening dan QRIS
Kebobolan pada Menit Akhir, Persela Ditahan Imbang De Red FC 2-2
Komentar (0)
Memuat komentar…







