**Borneonews - Sentani**, Manajemen PT Freeport Indonesia (PTFI) menegaskan pentingnya keterbukaan informasi untuk meningkatkan kepercayaan publik. Dalam pernyataannya, Direktur PTFI Claus OR Wamafma menyampaikan bahwa untuk menjalankan berbagai kegiatan sosial, perusahaan tidak dapat beroperasi sendiri. Semua aktivitas saat ini harus lebih transparan.
"Keterbukaan informasi sangat penting di era digitalisasi seperti sekarang. Ini karena tidak ada yang bisa disembunyikan akibat perkembangan zaman yang pesat," ujarnya saat memberikan pernyataan di Jayapura.
Menurut Claus, dengan adanya keterbukaan informasi, masyarakat, terutama yang berada di Indonesia, akan lebih memahami sejauh mana operasional PTFI berlangsung. "Ini memudahkan semua pihak. Operasi tambang PTFI perlu diketahui oleh publik agar menjadi hal yang positif bagi kemajuan bangsa di masa depan," tambahnya.
Ia juga menegaskan bahwa PTFI telah menjalin kerjasama yang erat dengan Universitas Cenderawasih (Uncen) selama bertahun-tahun. Kerjasama tersebut terlihat dari kontribusi banyak alumni Uncen yang bekerja di bidang eksplorasi pertambangan di Kabupaten Mimika, Provinsi Papua Tengah. "Kami tidak dapat memungkiri kontribusi Uncen dalam pengembangan kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM). Banyak alumni mereka yang telah berperan dalam kemajuan perusahaan ini," ujarnya.
Lebih lanjut, Claus menekankan bahwa PTFI sangat memerlukan masukan-masukan konstruktif dari publik untuk meningkatkan operasi pertambangan ke depannya. "Kami berharap masyarakat dapat memberikan informasi tentang Freeport saat ini, karena banyak hal yang dapat diceritakan tanpa ada yang disembunyikan. Hal ini bertujuan untuk bersama-sama memajukan perusahaan lebih baik ke depan," tambahnya.
Ia menegaskan pentingnya tanggapan yang konstruktif, terutama dalam pengelolaan *tailing*, reklamasi, dan proses hilirisasi yang lebih baik, yang tentunya memerlukan dukungan dari masyarakat Indonesia. "Masukan tersebut akan kami tuangkan melalui berbagai media agar dapat diakses oleh siapa saja. Kami menjamin bahwa tidak ada yang ditutupi dalam operasi pertambangan ini," jelasnya.
Di sisi lain, Direktur Pasifik dan Oseania Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia, Adi Dzulfuat, turut memberikan pendapat positif mengenai keterbukaan informasi yang dilakukan oleh PTFI. Dia menyatakan bahwa sifat transparansi yang ditunjukkan membuat masyarakat dapat mengetahui berbagai kegiatan yang dilakukan oleh perusahaan. "Kami berharap langkah PTFI ini menjadi tren positif dalam era globalisasi dan keterbukaan informasi, sehingga setiap orang dapat mengakses informasi tentang kegiatan mereka," tutupnya.
ANTARA
Keterbukaan Informasi PTFI Tingkatkan Kepercayaan Publik dan Kerjasama
Bagikan:

JAYAPURA –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Kebakaran di Sungai Andai Banjarmasin, Dua Rumah Terdampak
BPBD Kapuas Sampaikan Duka atas Meninggalnya Warga yang Kerap Bantu Padamkan Karhutla
Seorang Pria Meninggal Dunia Saat Salat Jum'at di Masjid Al Hidayah Banjarmasin
Bayi Laki-Laki Ditemukan di Pelataran Musala di Kotabaru
Warga Kasongan Dihebohkan Penemuan Mayat Membusuk di Parit Jalan DI Panjaitan
Topan Champi Ancam Taiwan, Sekolah dan Perkantoran Ditutup di 20 Wilayah
Komentar (0)
Memuat komentar…







