**Borneonews - Samarinda**, Dinas Perkebunan Provinsi Kalimantan Timur (Disbun Kaltim) tengah berkomitmen untuk menanggulangi peredaran benih kelapa sawit yang tidak memiliki sertifikat atau benih palsu. Langkah ini diambil untuk mendukung kesejahteraan para pekebun. Benih yang tidak teruji kualitasnya cenderung menghasilkan produktivitas yang rendah, sehingga berisiko merugikan para petani.
Sejumlah pengalaman sebelumnya menunjukkan bahwa benih yang diperoleh pekebun tanpa proses sertifikasi sering kali berproduksi sedikit dan memiliki kualitas yang buruk. Tidak jarang pula dijumpai pohon kelapa sawit yang bahkan tidak berbuah meskipun usianya sudah mencapai belasan tahun.
Menurut Kepala Disbun Kaltim, Ence Achmad Rafiddin Rizal, masalah ini disebabkan oleh beberapa faktor. Salah satunya adalah tingginya penjualan benih tak bersertifikat yang lebih mudah diperoleh dan harganya yang lebih terjangkau. Selain itu, petani umumnya kesulitan dalam membedakan antara benih bersertifikat dan benih tidak bersertifikat. Ketidaktersediaan pasokan benih bersertifikat di tingkat lokal, pemahaman petani yang masih minim, akses yang terbatas, serta harga benih bersertifikat yang relatif lebih mahal dibandingkan dengan yang tidak bersertifikat juga menjadi kendala.
Penggunaan benih yang lebih murah, meskipun tak bersertifikat, dapat mengakibatkan hasil panen yang tidak memuaskan, bahkan berpotensi tidak memproduksi buah sama sekali. Sebaliknya, benih yang bersertifikat, meski harganya lebih tinggi sedikit, berpeluang memberikan hasil panen yang melimpah dan berkualitas, yang pada akhirnya akan meningkatkan kesejahteraan petani.
Untuk mengatasi permasalahan ini, Disbun Kaltim melakukan berbagai inisiatif. Salah satunya adalah menjalin kerjasama dengan pihak kepolisian untuk memusnahkan benih sawit yang tidak memiliki sertifikasi. Selain itu, mereka juga berupaya memberikan edukasi kepada para pekebun dan mendirikan produsen benih kelapa sawit yang berbasis korporasi.
Dalam rangka mendukung pembentukan produsen benih, Disbun Kaltim baru-baru ini mengadakan kegiatan sosialisasi di Ruang Command Center Dinas Komunikasi, Informatika Statistik dan Persandian, Kabupaten Paser. Kegiatan ini diikuti oleh 50 peserta yang terdiri dari produsen benih dan kelompok tani yang menjadi anggota koperasi di kawasan tersebut. Dalam acara ini, hadir pula dua narasumber yang berkompeten dalam bidang perkebunan.
Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk mendorong produsen benih agar menyediakan varietas unggul yang dapat memenuhi kebutuhan para petani, baik dari segi kualitas, jumlah, waktu, maupun lokasi dengan harga yang wajar. Dengan demikian, produsen benih akan berperan sebagai mitra dalam pembangunan sektor perkebunan yang berkelanjutan.
Ence juga menekankan pentingnya pemetaan lokasi sumber benih, produsen, dan pekebun dalam ekosistem bisnis. Hal ini diharapkan dapat dilakukan melalui lembaga produsen benih yang terorganisir dalam satu kesatuan, yaitu korporasi petani. Saat ini, Disbun Kaltim fokus pada pengembangan kelembagaan pekebun agar mereka mampu mengelola perkebunan secara modern, baik dari hulu hingga hilir, dengan pengembangan di delapan komunitas perkebunan yang sedang dilakukan, baik melalui perluasan lahan maupun peningkatan produktivitas.
ANTARA
Upaya Disbun Kaltim Cegah Benih Palsu Demi Sejahterakan Petani
Bagikan:

SAMARINDA –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Tentara Yaman Lumpuhkan Lebih dari 300 Petempur Houthi
Veda Pratama Hormati Keputusan Pembatalan Moto3 Australia
Kebakaran Terjadi di Masjid Al-Muhajirin Cempaga Kotim
Ganda Campuran China Li/Huang Juarai Indonesia Masters 2026
BPN Berkontribusi Tingkatkan Nilai Ekonomi hingga Rp1.834 Triliun
Kebakaran di Jalan Pahlawan Marabahan, Api Membesar Dekat Sekolah
Komentar (0)
Memuat komentar…







