BORNEONEWS, Sampit – Wakil Ketua I DPRD Kotawaringin Timur (Kotim), Juliansyah, mendorong pemerintah daerah untuk lebih serius dalam memperluas pengembangan ikan air tawar guna meningkatkan produksi perikanan masyarakat.
Menurutnya jenis ikan seperti patin, nila, mas, lele, dan jelawat perlu terus dibudidayakan untuk mendukung ketahanan pangan dan ekonomi lokal.
Saat ini, ikan yang beredar di pasar sebagian besar berasal dari hasil tangkapan nelayan di danau dan sungai. Sementara itu, hasil dari budidaya ikan air tawar masih sangat minim.
"Pengembangan budidaya ikan air tawar harus lebih diperhatikan. Ini penting untuk meningkatkan produktivitas dan mendukung kesejahteraan masyarakat," ujar Juliansyah, Jumat, 11 Oktober 2024.
Juliansyah berharap Dinas Perikanan Kotim dapat lebih proaktif dalam memberikan pembinaan kepada masyarakat yang terlibat dalam budidaya ikan. Menurutnya, masyarakat perlu didukung melalui penyediaan bibit, pelatihan teknis, dan bantuan modal.
"Baik kolam maupun keramba di sungai memiliki potensi besar. Dengan dukungan yang tepat, sektor perikanan ini bisa berkembang lebih pesat," imbuhnya.
Juliansyah juga menegaskan bahwa DPRD Kotim siap mendukung pengembangan sektor perikanan ini melalui alokasi anggaran yang memadai dalam pembahasan APBD Perubahan.
"Kami akan mengupayakan alokasi anggaran yang cukup untuk sektor perikanan, terutama bagi para pembudidaya ikan air tawar," katanya.
Sebagai Ketua DPC Partai Gerindra Kotim, Juliansyah juga menyoroti pentingnya perhatian terhadap kesejahteraan nelayan. Menurutnya, pemerintah daerah masih kurang memberikan dukungan, terutama dalam hal fasilitas penangkapan ikan, penyediaan bahan bakar, hingga pemasaran hasil tangkapan. Jika pemerintah lebih berpihak kepada nelayan, masalah-masalah yang mereka hadapi bisa terselesaikan, dan kesejahteraan nelayan akan meningkat.
Juliansyah menekankan saat ini kebutuhan pasar lokal sangat bergantung pada tangkapan nelayan. Ia berharap pemerintah daerah dapat mencari solusi untuk membantu nelayan, terutama saat mereka tidak bisa melaut akibat cuaca buruk.
Salah satu solusinya adalah dengan mendorong pengelolaan perikanan sistem tambak, sehingga nelayan tetap memiliki penghasilan meski tidak melaut.
Selain itu, ia juga meminta agar pemerintah Kabupaten Kotim lebih serius memperhatikan sektor pemasaran hasil tangkapan nelayan. Dengan bantuan pemerintah dalam hal pemasaran, Juliansyah yakin bahwa pendapatan nelayan bisa meningkat secara signifikan. (DEWI PATMALASARI/R)









