**Borneonews - Washington** Badai Helene telah menyebabkan kerugian yang signifikan di area barat Carolina Utara, termasuk kerusakan pada berbagai infrastruktur lokal. Hal ini tentunya menyulitkan upaya penyelamatan yang sedang dilakukan, seperti yang disampaikan oleh juru bicara dari Kantor Sheriff Kabupaten Henderson.
Badai ini pertama kali melanda Florida pada 26 September dengan kekuatan *Kategori 4* sebelum bergerak ke arah utara. Akibatnya, badai ini menimbulkan kerusakan besar dan banjir hebat di berbagai negara bagian seperti Georgia, Alabama, Tennessee, Carolina Selatan, dan juga Carolina Utara. Hingga saat ini, lebih dari 230 orang dilaporkan kehilangan nyawa akibat dampak badai tersebut.
Menurut pernyataan juru bicara kantor sheriff, "Badai Helene telah membawa dampak kehancuran yang besar di wilayah Kabupaten Henderson, Carolina Utara." Ia menjelaskan lebih lanjut bahwa "Hujan deras disertai angin kencang yang dihasilkan badai ini telah menyebabkan kerusakan yang luas, termasuk tumbangnya pohon-pohon besar serta robohnya jaringan listrik. Banyak rumah mengalami kerusakan pada bagian atap, dan beberapa di antara mereka terendam air hingga ke seluruh bagian."
Kerusakan infrastruktur yang terjadi mencakup jembatan yang krusial, di mana banyak di antaranya mengalami kerusakan serius yang membutuhkan perbaikan menyeluruh. Jalan-jalan juga mengalami genangan air serta terhalang oleh puing-puing, menjadikan perjalanan sangat berbahaya dan menghambat usaha penyelamatan.
Kabupaten Henderson berlokasi sekitar 26 mil dari kota Asheville, Carolina Utara, yang menjadi salah satu daerah paling parah terdampak dengan laporan setidaknya 72 kematian yang telah dikonfirmasi.
Seiring dengan berkembangnya situasi, klaim yang beredar di media sosial menyatakan bahwa pemerintah federal telah menghalangi sukarelawan untuk memberikan bantuan kepada masyarakat di daerah yang paling terpukul oleh badai di bagian barat Carolina Utara.
Meskipun demikian, Kantor Sheriff Kabupaten Henderson menyatakan bahwa mereka belum bisa sepenuhnya mengevaluasi upaya yang dilakukan oleh pemerintah federal. Namun, mereka mengonfirmasi bahwa saat ini sedang aktif berupaya mendirikan lokasi untuk Badan Manajemen Darurat Federal (*FEMA*) yang bertujuan untuk memfasilitasi bantuan bagi masyarakat yang membutuhkan.
Sheriff Kabupaten Haywood, Bill Wilkie, sebelumnya menyampaikan kepada Sputnik bahwa ia tidak menemukan bukti adanya tindakan dari pemerintah yang menghambat proses pemulihan setelah Badai Helene. Dia mengakui bahwa kabupaten di wilayahnya juga mengalami kerusakan yang cukup parah akibat badai tersebut.
Presiden Joe Biden telah meminta kepada Kongres untuk segera menyetujui anggaran tambahan darurat sebelum alokasi dana bantuan bencana menipis pada akhir tahun ini. Di sisi lain, Ketua DPR AS Mike Johnson menyatakan bahwa kemungkinan besar DPR tidak akan menyetujui permohonan bantuan tambahan sampai setelah pemilihan umum yang dijadwalkan pada 5 November.
Menyikapi situasi ini, Biden mengisyaratkan bahwa ia mungkin akan meminta tambahan dana bantuan dari Kongres sebelum masa jabatannya berakhir pada bulan Januari, karena ia memperkirakan biaya yang harus ditanggung akibat bencana alam ini akan terus meningkat bersamaan dengan penilaian kerusakan yang sedang berlangsung.
ANTARA
Dampak Badai Helene di Carolina Utara, Kerusakan Parah dan Upaya Penyelamatan
Bagikan:

JAKARTA –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Karhutla Kalteng Capai 6.952 Kejadian dan Lebih dari 20 Ribu Hektare Terbakar
PSMS Bertekad Kembali ke Jalur Kemenangan Saat Menjamu PSIS
Polsek Katingan Hulu Salurkan Bantuan untuk Korban Kebakaran Pasar Tumbang Sanamang
Puluhan Calon Jamaah Umrah Terpaksa Naik Kapal Dampak Terganggunya Penerbangan di Kobar
Kemenhub: Seluruh Penumpang dan Awak Pesawat Asian One Selamat
Bobon Santoso Hubungi Seskab Teddy, Bantuan Presiden untuk Korban Asap Karhutla Palangka Raya Disiapkan
Komentar (0)
Memuat komentar…







