**Borneonews - Lebak**, Pemerintah Kabupaten Lebak berupaya melibatkan semua pihak dalam upaya pencegahan dan penanganan isu pornografi demi melindungi generasi muda. Langkah ini diambil untuk mengatasi masalah yang semakin mengkhawatirkan tersebut.
Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) Kabupaten Lebak, Abdul Rohim, menjelaskan bahwa koordinasi ini melibatkan berbagai elemen masyarakat, menegaskan bahwa penanganan masalah ini tidak bisa dilakukan secara sepihak. "Kami menyadari pentingnya kerjasama ini, karena kami tidak dapat bekerja secara sendiri," imbuhnya saat memberikan keterangan di Lebak.
Dalam kolaborasi tersebut, turut serta organisasi perangkat daerah (OPD), aparat penegak hukum, tokoh agama, tokoh masyarakat, organisasi pemuda, relawan, komunitas anti kekerasan, mahasiswa, pelajar, serta para aparat desa dan kelurahan. Semua elemen ini diharapkan bisa bersinergi dalam menyampaikan informasi serta edukasi kepada masyarakat, terutama di lingkungan sekolah.
Sejauh ini, Kabupaten Lebak menunjukkan penurunan kasus pornografi, yakni tercatat 80 kasus hingga September 2024. Angka ini menurun drastis dibandingkan tahun 2023 yang mencatat lebih dari 130 kasus. "Kami berupaya memberikan sosialisasi secara efektif untuk memperkuat pencegahan dan penanganan yang lebih baik terhadap pornografi," jelas Abdul Rohim.
Ia juga mencatat bahwa salah satu faktor penyebab tingginya kasus pornografi adalah perkembangan teknologi, khususnya *handphone* berbasis android. Dengan perangkat ini, akses terhadap konten pornografi menjadi lebih mudah melalui berbagai platform media sosial, seperti Facebook, Twitter, dan situs web, serta tayangan televisi.
Perkembangan teknologi yang pesat ini dapat berkontribusi pada tingginya angka kasus pornografi, terutama ketika pengawasan dari keluarga tidak maksimal. Oleh karena itu, peran keluarga sangatlah penting dalam memonitor penggunaan *handphone* oleh anak-anak dan memberikan pendidikan yang tepat untuk menjauhkan mereka dari perilaku yang tidak seharusnya.
Selain itu, Abdul Rohim juga mengingatkan bahwa lingkungan sekitar memiliki pengaruh signifikan terhadap pembentukan karakter anak, terutama dalam situasi keluarga yang tidak harmonis atau *broken home*. "Kami berharap setiap orang tua dapat memberikan pengawasan yang lebih baik terhadap anak-anaknya agar mereka tidak terjerat oleh isu pornografi," ungkapnya lebih lanjut.
Pihaknya juga mendukung langkah pemerintah pusat dalam membentuk tim Gugus Tugas Pencegahan dan Penanganan Pornografi (GTP3) di daerah. Pembentukan tim ini bertujuan untuk memperkuat upaya pencegahan dan penanganan yang lebih terstruktur. "Kami menyadari bahwa kasus pornografi sudah memasuki kategori darurat, sehingga pencegahan dan penanganan harus dilakukan secara berkelanjutan," tutupnya.
DP2KBP3A Kabupaten Lebak siap memberikan dukungan penuh terhadap pembentukan GTP3 dan berharap agar segera ada petunjuk teknis dari pemerintah pusat guna pelaksanaan anggaran yang diperlukan.
ANTARA
Pemerintah Lebak Kolaborasi Cegah Pornografi di Masyarakat
Bagikan:

BANTEN –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Polres Bartim Ajak Masyarakat Peduli Lingkungan Lewat Green Policing di Pasar
Fredy Setiawan Raih Perak Para Bulu Tangkis, Akui Kurang Puas
Kholidin/Noviera Melaju ke Final para Panahan Asian Para Games 2026
Gempa Tibet Tewaskan 16 Orang, 54 Lainnya Terluka
DPRD Kotim Dorong Anggaran Rp3,3 M untuk Laboratorium Lingkungan demi Optimalkan PAD
Leli/Osrita Raih Perunggu para Tenis Meja Ganda Putri WD10
Komentar (0)
Memuat komentar…







