NANGA BULIK –

BORNEONEWS, Nanga Bulik - Penjabat Bupati Lamandau, Said Salim didampingi Kadis Kominfo Herwinson menghadiri Launching Computer Security Incident Response Team (CSIRT) atau Tim Tanggap Insiden Siber (TTIS) tahun 2024 di aula BSSN (Badan Siber dan Sandi Negara) Kota Depok.

Launching CSIRT ini merupakan tahap keempat di 2024 pada sektor pemerintahan dan sektor pembangunan manusia dan  diikuti oleh 33 instansi, yang terdiri dari 31 instansi daerah, 1 instansi pusat, dan 1 instansi sektor pembangunan manusia (yang telah menerapkan CSIRT), termasuk  Pemerintah Kabupaten Lamandau.

TTIS/CSIRT adalah tim/unit yang bertugas dan bertanggung jawab untuk mencegah, menangani, dan memulihkan insiden siber dalam organisasi.

Tujuan Launching CSIRT untuk peningkatan kesadaran keamanan informasi dalam penanggulangan insiden bagi setiap sektor secara masif dan terstruktur.

Kepala BSSN, Hinsa Siburian mengatakan Peraturan Presiden Nomor 18 Tahun 2020 tentang RPJMN 2020-2024 telah mengamanatkan kegiatan pembentukan 131 CSIRT sebagai salah satu proyek prioritas strategis.

“Pembentukan CSIRT penting dilakukan agar manajemen insiden lebih terorganisir dan mengurangi tingkat risiko siber yang tinggi,” ungkap Hinsa Siburian pada Jumat 11 Oktober 2024.

Hinsa Siburian juga menyampaikan ada 3 fungsi CSIRT yakni memberikan layanan reaktif (koordinasi insiden, triase insiden, resolusi insiden), memberikan layanan proaktif (mempublikasikan informasi kerawanan, keamanan dan tren teknologi serta melakukan audit keamanan informasi), dan memberikan layanan peningkatan kualitas keamanan.

Usai sambutan Kepala BSSN, dilaksanakan prosesi Launching CSIRT Bersama dilanjut dengan paparan dari Direktorat Pertahanan dan Keamanan Bappenas mengenai Arah Kebijakan dan Strategi Pembangunan Bidang Keamanan Siber, Sandi, dan Sinyal pada RPJMN 2025-2029. (HENDI NURFALAH/R)