**Borneonews - Vientiane, Laos**, Menteri Luar Negeri Republik Indonesia, Retno Marsudi, mengumumkan bahwa Indonesia telah ditunjuk sebagai koordinator untuk kemitraan ASEAN-Australia. Penugasan ini akan berlangsung dalam periode 2024 hingga 2027 dan fokus pada penguatan kerja sama di tiga bidang utama, yaitu politik dan keamanan, ekonomi, serta sosial budaya.
Retno menjelaskan bahwa peran Indonesia sebagai koordinator ini merupakan representasi bagi seluruh negara anggota ASEAN. Penunjukan ini disampaikan dalam keterangan yang disampaikan oleh Retno di sela-sela KTT ke-45 ASEAN yang berlangsung di Vientiane, Laos, pada hari Jumat.
Sebelum menjadi koordinator untuk ASEAN-Australia, Indonesia sebelumnya juga menjabat sebagai koordinator untuk kemitraan ASEAN dengan Amerika Serikat. Dalam pertemuan antara ASEAN dan Australia yang berlangsung dalam rangkaian KTT tersebut, Wakil Presiden Ma'ruf Amin yang mengepalai delegasi Indonesia, memaparkan beberapa prioritas kerja sama yang akan didorong dalam kerangka kemitraan ASEAN-Australia.
Di sektor politik dan keamanan, Indonesia berkomitmen untuk memperkuat penanganan isu-isu seperti terorisme serta kejahatan transnasional yang kerap mengganggu stabilitas kawasan.
Dalam aspek ekonomi, Indonesia mendorong agar implementasi dari berbagai perjanjian ekonomi, seperti *Regional Comprehensive Economic Partnership* (RCEP) dan perjanjian perdagangan bebas antara ASEAN-Australia-New Zealand, dapat dilaksanakan secara efektif. Selain itu, ada pula Australias Southeast Asia Economic Strategy hingga tahun 2040 yang ditekankan oleh Menlu Retno. Strategi ini merupakan upaya dari pihak Australia untuk menjadikan ASEAN sebagai salah satu fokus prioritas dalam penguatan hubungan ekonomi.
Sementara di bidang sosial budaya, Indonesia akan terus menggalakkan kerja sama yang erat dalam sektor pendidikan dan kultur, serta meningkatkan hubungan antar masyarakat, termasuk memaksimalkan peran ASEAN-Australia Center.
Dalam pertemuan puncak tersebut, yang melibatkan kepala negara ASEAN serta Perdana Menteri Australia, Anthony Albanese, Wakil Presiden Ma'ruf Amin menegaskan pentingnya menghindari pengembangan kebijakan pertahanan yang dapat memicu perlombaan senjata dan ketegangan di kawasan. "Sebagai kawasan yang majemuk, kita harus bersama-sama mencegah terjadinya konflik dan situasi yang semakin memanas," tambahnya melalui pernyataan dari Menlu Retno.
ANTARA
Indonesia Koordinator Kemitraan ASEAN-Australia, Fokus Tiga Bidang
Bagikan:

JAKARTA –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
BI Kalteng Ingatkan Bahaya Jual Beli Rekening dan QRIS
Kebobolan pada Menit Akhir, Persela Ditahan Imbang De Red FC 2-2
Erick Thohir Berikan Surat Dukungan kepada Presiden FIFA
Gol Pablo Comitre Gagalkan Kemenangan Bali United di Markas Persita
Amri/Nita Petik Pelajaran Berharga Setelah Terhenti di French Open
Pelatih Minta Persebaya Bermain Agresif saat Hadapi Madura United
Komentar (0)
Memuat komentar…







