**Borneonews - Lumajang**, Gunung Semeru yang terletak di perbatasan antara Kabupaten Lumajang dan Malang, Jawa Timur, mengalami erupsi dengan letusan setinggi 400 meter di atas puncak pada hari Jumat, tepatnya pukul 07.25 WIB.
Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, Liswanto, menyampaikan dalam pernyataannya bahwa tingginya kolom letusan teramati mencapai sekitar 400 meter di atas puncak gunung, yang berarti ketinggiannya berada pada 4.076 meter di atas permukaan laut (mdpl). Saat itu, kolom abu yang terlihat berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas sedang bergerak ke arah selatan. Liswanto juga mencatat bahwa pada saat laporan dibuat, erupsi tersebut masih berlangsung.
Dua belas menit setelah letusan pertama, Gunung Semeru kembali menunjukkan aktivitas erupsi pada pukul 07.37 WIB. Namun, visual dari letusan tersebut tidak dapat diamati, dan erupsi masih berlanjut saat laporan disampaikan. Aktivitas gunung yang memiliki tinggi 3.676 mdpl ini kembali terjadi beberapa kali setelahnya, yaitu pada pukul 08.30 WIB, 09.48 WIB, dan 10.37 WIB, tetapi visual letusan tetap tidak terpantau.
Liswanto menginformasikan bahwa status Gunung Semeru saat ini adalah waspada. Dengan demikian, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) memberikan beberapa rekomendasi kepada masyarakat. Salah satunya adalah larangan untuk melakukan aktivitas dalam sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan sejauh delapan kilometer dari puncak Gunung Semeru.
Di luar jarak tersebut, masyarakat juga diimbau untuk tidak melakukan aktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai di sepanjang Besuk Kobokan, mengingat potensi terjadinya perluasan awan panas dan aliran lahar yang dapat meluas hingga 13 kilometer dari puncak.
Liswanto menegaskan bahwa masyarakat harus menjaga jarak minimal tiga kilometer dari kawah atau puncak Gunung Semeru untuk menghindari risiko bahaya lontaran batu pijar. Selain itu, warga juga diingatkan untuk mewaspadai potensi awan panas, guguran lava, serta lahar hujan di sepanjang aliran sungai yang berhulu di puncak gunung, khususnya di daerah aliran sungai seperti Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat. Potensi lahar pada sungai-sungai kecil yang merupakan anak sungai dari Besuk Kobokan juga harus diwaspadai.
ANTARA
Gunung Semeru Erupsi 400 Meter, Warga Diimbau Waspada
Bagikan:

SURABAYA –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Distribusi Masih Jadi Hambatan, Industri Komik Indonesia Dinilai Punya Potensi Besar
Iran Ancam Gunakan Taktik Baru jika AS Kembali Lancarkan Serangan
OJK Kalteng Tekankan Manfaat Nyata Inklusi Keuangan bagi Kesejahteraan Masyarakat
Dokter Jadi Tersangka Dugaan Pencabulan terhadap Anak Kandung Berusia 4 Tahun
Dampak Karhutla bagi Kesehatan Bukan Hanya Gangguan Pernapasan
Karhutla Ancam Habitat Orangutan di Kalteng, Patroli dan Evakuasi Satwa Diperkuat
Komentar (0)
Memuat komentar…







