JAKARTA –
**Borneonews - Ibu Kota Nusantara**, Direktur Utama PT Medikaloka Hermina Tbk., Hasmoro, menjelaskan bahwa Rumah Sakit (RS) Hermina Nusantara yang terletak di Ibu Kota Nusantara (IKN), Kalimantan Timur, memiliki fokus utama pada pelayanan gawat darurat dan traumatologi khususnya bagi ibu dan anak. Dalam pidato yang disampaikannya saat peresmian RS Hermina Nusantara, yang terhubung secara daring dengan Sekretariat Presiden di Jakarta, Hasmoro menekankan bahwa rumah sakit ini berstatus rumah sakit umum namun dengan prioritas pada layanan gawat darurat serta perinatologi untuk pasien ibu dan anak. Hasmoro mencatat dalam laporan yang disampaikannya kepada Presiden Jokowi, bahwa RS Hermina Nusantara merupakan properti ke-50 milik Grup Hermina dan menjadi rumah sakit pertama yang dibangun dengan standar internasional. "Kami berkomitmen untuk mendukung program pemerintah dalam meningkatkan pelayanan kesehatan, khususnya di area IKN," ujarnya. RS Hermina Nusantara dibangun di atas lahan seluas 20.700 meter persegi. Luas total bangunan sesuai dengan *master plan* adalah 28.210 meter persegi dan memiliki kapasitas awal sebanyak 200 tempat tidur. Saat ini, pihak rumah sakit telah menyelesaikan pembangunan lima lantai, dan rencananya akan dilanjutkan hingga mencapai total delapan lantai sesuai dengan *master plan* yang telah direncanakan. "Untuk saat ini, kami baru membuka 50 tempat tidur dan setelah dilakukan *grand opening*, kami akan melanjutkan pembangunan sehingga dapat menyediakan 100 tempat tidur pada awal tahun 2025," tambahnya. Hasmoro menjelaskan bahwa anggaran untuk *master plan* ini mencapai Rp650 miliar, di mana saat ini sudah digunakan sekitar Rp500 miliar untuk pembangunan RS Hermina Nusantara. Ia juga mengungkapkan rasa terima kasih kepada pemerintah, mengingat dalam sepuluh tahun terakhir, jumlah rumah sakit Hermina di Indonesia mengalami peningkatan yang signifikan, dari 21 unit menjadi 51 unit. "Secara rata-rata, kami dapat membuka tiga rumah sakit baru setiap tahun. Di samping itu, jumlah tempat tidur yang tersedia di rumah sakit kami juga meningkat, dari 1.600 tempat tidur pada tahun 2014 menjadi 7.700 tempat tidur yang direncanakan pada akhir tahun 2024. Dengan demikian, terdapat pertumbuhan 6.100 tempat tidur dalam sepuluh tahun, atau sekitar 610 tempat tidur per tahun," tutup Hasmoro. ANTARA