BORNEONEWS, Pangkalan Bun- Dinas Pertanian melalui Bidang Peternakan sampai saat ini berupaya mengawasi sebanyak kurang lebih 900 kelompok tani binaan untuk memantau perkembangan hewan ternak sapi.
Kepala Dinas Pertanian (Distan) Kris Budi Hastuti melalui Kepala Bidang Peternakan Risanti terus memantau secara berkala ke kelompok tani binaan tiap desa.
Distan memberikan pelayanan pada kelompok binaan yaitu Kelompok Milenial di Kelurahan Candi, Kecamatan Kumai pada 10 Oktober 2024 lalu.
"Kami memberikan pelayanan reproduksi ternak dan pemeriksaan ART terhadap indukan sapi Limousin Dara yang mengalami 4 kali ngulang IB dengan Petugas ATR Pak Dedi Mulyadi, Pak Imam Kamawi," ujarnya, Jumat, 11 Oktober 2024.
Biasanya setiap kelompok tani binaan turut melakukan pertemuan setiap bulan, dalam kegiatan tersebut juga disempatkan untuk saling berbagi edukasi serta permasalahan terhadap hewan ternak masing-masing.
Ada150 penyuluh yang tersebar di 6 kecamatan se-Kobar ini bisa membantu membina disetiap kelompok tani yang mengalami permasalahan baik dari segi kesehatan hewan ternaknya.
"Misalkan ada problem hewan ternaknya, kami jadwalkan bersama penyuluh juga ikut turun ke lapangan, dan kami juga memantau di setiap hewan ternak kelompok tani binaan," katanya.
"Kalau misalkan kasusnya sudah parah dan apalagi dimalam hari, maka kami langsung siapkan dokter hewan kesana bersama petugas melakukan tindakan, apa aja yang harus dilakukan" tambahnya.
Kemudian, hewan ternak sapi kelompok tani binaan tersebut, diharapkan dapat tumbuh dan berkembang dengan sehat sehingga anak dari sapi betina dapat dijual kembali ataupun hewan ternak ini dapat dijual untuk kurban.
"Misalkan 2 tahun untuk yang jantan bisa dijual untuk di kurban atau atau nanti dipotong dijual di pasar, kalau penggemukan biasanya mereka paling lama pelihara sampai 6 bulan, dan untuk betina difokuskan untuk menghasilkan anakan dulu," tukasnya.(NURITA/R)









