PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Pada 8-9 Oktober 2024, Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Tengah mengadakan kegiatan Uji Keterbacaan Cerita Anak Dwibahasa di Aula Dinas Pendidikan Kabupaten Barito Selatan.

Kegiatan ini dibuka oleh Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Barsel, Kisransyah, dan diikuti oleh 20 guru serta 40 siswa dari 10 SD di Barsel.

Kepala Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Tengah, Muhammad Muis menjelaskan kegiatan ini bertujuan untuk mengukur sejauh mana cerita anak dwibahasa dapat dipahami oleh siswa.

"Kami ingin memastikan bahwa cerita anak dwibahasa ini mudah dipahami dan menarik bagi siswa," kata Muis dalam keterangan resminya pada Jumat, 11 Oktober 2024.

Para peserta menunjukkan antusiasme yang tinggi selama kegiatan berlangsung. Mereka diberikan berbagai cerita anak dwibahasa untuk dibaca dan diminta menjawab pertanyaan terkait cerita tersebut.

Hasil dari uji keterbacaan ini akan menjadi bahan evaluasi untuk meningkatkan kualitas cerita anak dwibahasa.

Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan untuk meningkatkan minat baca siswa. "Kami berharap dengan adanya kegiatan ini, minat baca siswa terhadap cerita anak dwibahasa dapat meningkat," tambah Muis.

Para guru yang terlibat dalam kegiatan ini juga memberikan apresiasi yang tinggi. Mereka menyatakan bahwa kegiatan ini sangat bermanfaat untuk meningkatkan pemahaman siswa terhadap cerita anak dwibahasa.

Kegiatan ini diharapkan dapat terus dilaksanakan di masa mendatang untuk melestarikan bahasa daerah dan meningkatkan minat baca siswa.(TESTI PRISCILLA/R)