JAKARTA –
**Borneonews - Jakarta**, Polres Metro Jakarta Selatan mengungkapkan kesiapan mereka dalam melakukan pengamanan di wilayah DKI Jakarta, khususnya jika Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) berlangsung dalam dua putaran. Wakasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan, Kompol Henrikus Yossi, menjelaskan bahwa pihaknya akan siap menghadapi berbagai skenario, baik itu satu putaran maupun dua putaran, memastikan keamanan dan kelancaran pelaksanaan Pilkada. "Kepentingan kami adalah untuk menjaga agar pelaksanaan pemilihan ini berlangsung aman dan kondusif," tegasnya saat memberikan keterangan di Jakarta. Selain itu, Yossi menambahkan bahwa Polres Metro Jakarta Selatan akan selalu terbuka untuk menerima pengaduan dari masyarakat. Mereka juga siap untuk menangani laporan yang terkait dengan pelanggaran peraturan selama proses pemilihan. Meskipun demikian, Yossi menyoroti adanya keterbatasan waktu dalam proses penyidikan yang hanya berlangsung selama 14 hari. Dalam waktu yang singkat ini, ia menekankan pentingnya kerjasama antara pihak kepolisian, Kejaksaan, dan Bawaslu untuk berdiskusi dan bertindak di lapangan. Menyusul itu, Yossi juga mengidentifikasi penyebaran berita palsu atau *hoax* sebagai suatu isu yang sangat penting dalam masa kampanye Pilkada DKI Jakarta. Polri telah merancang berbagai strategi untuk mengantisipasi beragam ancaman, baik dalam ranah nyata maupun di dunia maya, menyongsong Pilkada 2024 yang akan datang. Salah satu fokus dalam strategi pengamanan ini adalah penguatan sejak tahap pra-Pilkada. Dalam pelaksanaan Pilkada sebelumnya, sering kali terjadi konflik antarpendukung calon, serta penyebaran berita bohong dan potensi gangguan keamanan lainnya. Untuk meningkatkan efektivitas respons terhadap situasi di lapangan, Polri memanfaatkan sistem pemantauan digital, analisis data, dan aplikasi *mobile*. Ini membantu mereka merespons cepat serta mengoordinasikan berbagai pihak terkait dalam menghadapi tantangan yang ada selama pelaksanaan Pilkada. ANTARA