BATAM –
**Borneonews - Batam**, Pemerintah Kota Batam, yang terletak di Kepulauan Riau, berkomitmen untuk meningkatkan kapasitas serta kolaborasi Tim Tanggap Insiden Siber (TTIS). Ini merupakan langkah strategis dalam upaya mencegah gangguan maupun ancaman terhadap ruang siber yang dapat terjadi di wilayah tersebut. Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kota Batam, Rudi Panjaitan, menjelaskan bahwa tindak lanjut dari peluncuran TTIS mencakup serangkaian aktivitas seperti sosialisasi, diskusi kelompok terarah, serta penyusunan kebijakan dan panduan. Semua ini merupakan langkah konkret yang diambil untuk melakukan diagnosa, pemetaan, dan kolaborasi antara berbagai pemangku kebijakan yang terkait dengan TTIS di Kota Batam. Lebih jauh, Rudi menambahkan bahwa pada tahap pembentukan, TTIS akan melibatkan pengorganisasian sumber daya yang diperlukan, peluncuran tim, dan penilaian terhadap penyelenggaraan TTIS di setiap sektor pemerintahan, termasuk di lingkungan Kota Batam. Keseluruhan proses ini diharapkan dapat menghadirkan struktur yang solid untuk menangani isu-isu terkait keamanan siber. Untuk meningkatkan kapasitas tim tersebut, serangkaian pelatihan teknis, sertifikasi, pelatihan manajemen, serta latihan terkait *cyber security* telah direncanakan. Semua kegiatan ini bertujuan untuk mempersiapkan tim agar lebih siap dalam menanggapi insiden yang mungkin terjadi. Rudi juga menjelaskan bahwa pada tahap peningkatan kematangan TTIS, tim akan terus mendapatkan pembinaan yang berkelanjutan. Ini termasuk penilaian terhadap Tingkat Maturitas Penanganan Insiden (TMPI) hingga mencapai level 5. Pencapaian level ini menunjukkan bahwa tim telah memiliki kesiapan penuh untuk menangani berbagai insiden yang berkaitan dengan siber. Komitmen yang diusung oleh pemerintah Kota Batam ini menegaskan perlunya membangun sistem keamanan siber yang tidak hanya kuat tetapi juga terintegrasi dengan standar yang berlaku secara nasional. Sebelumnya, Wakil Menteri Komunikasi dan Informatika, Nezar Patria, juga telah menekankan pentingnya menjaga keamanan arsip dari ancaman siber. Hal ini menjadi semakin krusial seiring dengan perpindahan pengelolaan data dari bentuk fisik ke format digital. Dalam konteks ini, keamanan data harus mendapatkan perhatian serius mengingat semua informasi yang berada di dalam ekosistem digital berisiko tinggi. Nezar menyampaikan hal tersebut saat acara penyerahan hasil pengawasan kearsipan internal Kementerian Kominfo yang berlangsung di Bandung, Jawa Barat. Ia menegaskan bahwa digitalisasi arsip membawa sejumlah manfaat, termasuk efisiensi operasional, penghematan biaya, transparansi, dan keamanan data yang lebih baik. ANTARA