JAKARTA –
**Borneonews - Istambul**, Sekitar 4,2 juta individu yang berasal dari negara-negara non-Uni Eropa, mayoritas di antara mereka adalah pengungsi dari Ukraina akibat konflik yang melibatkan Rusia, kini menerima perlindungan sementara dari Uni Eropa. Data terbaru yang diterbitkan menunjukkan bahwa hampir semua pengungsi ini telah mendapatkan status perlindungan di wilayah yang dikelola oleh blok yang terdiri dari 27 negara tersebut. Menurut Eurostat, lembaga statistik Uni Eropa yang bermarkas di Luksemburg, Jerman menjadi negara dengan jumlah pengungsi terbesar, yaitu sekitar 1,12 juta individu atau sekitar 27 persen dari total pengungsi di Uni Eropa. Di posisi kedua, Polandia mencatatkan sekitar 975.190 orang yang juga mencari perlindungan, sementara Ceko menerima sekitar 376.885 orang. Ketika dibandingkan dengan statistik pada bulan Juli, terdapat peningkatan penerima perlindungan sementara yang signifikan di Jerman, Ceko, dan Rumania. Sebaliknya, Polandia, Prancis, dan Luksemburg mengalami penurunan dalam jumlah pengungsi yang diterima. Hingga akhir bulan Agustus, lebih dari 98,3 persen dari total orang yang mendapat perlindungan sementara di berbagai negara Uni Eropa berasal dari Ukraina. Krisis yang dimulai sejak Februari 2022 ini masih menjadi pendorong utama bagi banyak individu untuk mencari suaka di negara-negara tetangga, terutama di seluruh Eropa. Perkembangan ini mencerminkan dampak mendalam dari konflik yang berkepanjangan, yang mengakibatkan perpindahan besar-besaran dari Ukraina ke negara-negara Eropa lainnya. ANTARA