PALU –
**Borneonews - Parigi Moutong**, Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong, yang terletak di Sulawesi Tengah, baru-baru ini meluncurkan sebuah kios pangan untuk mempermudah aksesibilitas masyarakat dalam mendapatkan bahan pokok yang diperlukan. Kios ini diharapkan dapat meningkatkan ketersediaan pangan bagi warga serta membantu mereka dalam memperoleh bahan pangan dengan lebih efisien. Kepala Bidang Distribusi dan Cadangan Pangan dari Dinas Pangan Parigi Moutong, Rahmatia, menyatakan bahwa inisiatif ini bertujuan untuk mendekatkan pasar kepada masyarakat. "Kami berusaha memberikan kemudahan kepada warga dalam mendapatkan bahan pangan yang mereka butuhkan," ungkapnya pada saat peluncuran kios tersebut pada hari Jumat. Pembukaan kios pangan ini berlandaskan pada surat edaran dari Badan Pangan Nasional yang menginstruksikan setiap kabupaten atau kota untuk menyediakan lokasi yang memfasilitasi warga dalam memperoleh bahan pangan. Dengan adanya kios ini, diharapkan masyarakat dapat membeli bahan pangan dengan harga yang lebih terjangkau. Dalam rangka mendukung keberlangsungan program penyediaan pangan, Dinas Pangan juga memperkenalkan inovasi berupa program *jumpa mart* yang akan diadakan setiap hari Jumat. Pada hari tersebut, berbagai komoditas pangan akan dijual dengan harga yang telah disubsidi oleh pemerintah daerah. "Khusus untuk program *jumpa mart*, kami menyediakan berbagai komoditas dengan harga yang lebih bersahabat," tambah Rahmatia. Setiap pekan, selama program *jumpa mart* berlangsung, Dinas Pangan menawarkan lima jenis komoditas dengan harga subsidi, di antaranya adalah gula pasir dengan harga Rp15.000 per kilogram, beras seharga Rp11.500 per kilogram, bawang merah seharga Rp35.000 per kilogram, bawang putih seharga Rp40.000 per kilogram, dan telur ayam yang dijual dengan harga Rp53.000 per rak. Selama hari lainnya, dari Senin hingga Kamis, Dinas Pangan akan menyediakan tiga komoditas yaitu beras, bawang merah, dan bawang putih dengan harga yang sesuai dengan penetapan distributor. Rahmatia menambahkan bahwa untuk produk yang dijual di kios pangan, harga akan lebih rendah sekitar Rp2.000 hingga Rp3.000 jika dibandingkan dengan harga di pasar tradisional. Ia pun mengajak masyarakat di ibu kota Parigi Moutong untuk memanfaatkan fasilitas yang disediakan oleh pemerintah ini dengan sebaik-baiknya dalam memenuhi kebutuhan pokok harian mereka. "Upaya ini juga merupakan bagian dari langkah untuk mengendalikan inflasi di daerah," tutup Rahmatia. ANTARA