JAYAPURA –
**Borneonews - Jayapura**, Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Papua Pegunungan, Theodorus Kossay, mengungkapkan bahwa banyak daerah di Papua Pegunungan berpotensi mengalami konflik, terutama dalam konteks pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024. Penilaian tersebut berasal dari pemetaan yang dilakukan, yang menunjukkan bahwa sebagian besar wilayah ini berada dalam kategori rawan konflik saat pilkada. Kossay menjelaskan bahwa masih ada beberapa kabupaten yang belum menyelesaikan perselisihan yang terjadi selama pemilu Februari lalu. Hal ini menambah kekhawatiran terhadap keamanan saat pelaksanaan pilkada mendatang. Menurutnya, keberhasilan penyelenggaraan pemilu dalam suasana aman dan damai sangat bergantung pada kemampuan penyelenggara untuk bertindak secara independen dan tanpa memihak. Untuk meminimalkan potensi konflik, KPU berkomitmen untuk melibatkan diri dalam sosialisasi dan memberikan pelatihan teknis kepada penyelenggara hingga tingkat distrik. Kegiatan ini bertujuan untuk memastikan bahwa semua pihak yang terlibat memiliki pemahaman yang sama mengenai standar operasi prosedur dan integritas pemilihan. KPU Papua Pegunungan juga aktif melakukan pertemuan dengan berbagai elemen masyarakat. Langkah-langkah ini diharapkan mampu membangun komunikasi yang baik dan mengurangi ketegangan yang mungkin muncul selama pilkada. Theodorus Kossay menekankan pentingnya kerja sama di antara penyelenggara pemilu untuk menegakkan integritas dan mematuhi ketentuan yang ada. Daerah yang masih menghadapi tantangan pasca-pemilu sebelumnya meliputi Kabupaten Jayawijaya dan Nduga. Kossay menegaskan komitmen KPU untuk mendukung terciptanya suasana pemilihan yang aman dan damai bagi seluruh warga Papua Pegunungan, yang mencakup Kabupaten Jayawijaya, Mamberamo Tengah, Nduga, Tolikara, Lanny Jaya, Yalimo, Pegunungan Bintang, serta Yahukimo. ANTARA