JAKARTA –
**Borneonews - Seoul**, Korea Utara kembali melakukan aksi provocatif dengan meluncurkan sekitar 40 balon yang berisi sampah ke arah Korea Selatan pada pagi hari Jumat, 11 Oktober. Tindakan ini terjadi hanya tiga hari setelah peluncuran balon yang serupa sebelumnya, sebagaimana disampaikan oleh pihak militer Korea Selatan. Menurut laporan dari Joint Chiefs of Staff (JCS), sejumlah tumpukan sampah terlihat jatuh di beberapa lokasi yang berada di dekat perbatasan antara kedua negara, khususnya di Cheorwon, wilayah yang terletak di Provinsi Gangwon. Peluncuran balon dimulai pada malam sebelumnya, yaitu Kamis 10 Oktober. Sampah-sampah yang tergabung dalam tumpukan tersebut terdiri dari berbagai limbah rumah tangga, termasuk kertas bekas dan plastik. Namun, pihak militer menginformasikan bahwa tidak ada zat berbahaya yang terdeteksi dalam sampah tersebut. Sejak akhir Mei, Korea Utara telah meluncurkan ribuan balon yang berisi sampah ke arah Korea Selatan. Pada peluncuran terakhir yang berlangsung pada hari Selasa, sekitar 100 balon juga dikirim ke arah selatan. Sebagai respons terhadap tindakan tersebut, militer Korea Selatan telah meningkatkan upaya propaganda anti-Korea Utara dengan melakukan siaran melalui pengeras suara di sepanjang perbatasan, yang sudah dimulai sejak Juli. Meskipun demikian, mereka memilih untuk tidak menembak jatuh balon-balon tersebut dengan pertimbangan keamanan yang matang. Korea Selatan berkomitmen untuk mengambil tindakan militer yang tegas jika Korea Utara dianggap telah "melewati batas" melalui kampanye peluncuran balon sampah yang sedang berlangsung, yang berpotensi menyebabkan kerusakan serius bagi masyarakat di Korsel. ANTARA