KUALA KAPUAS –

BORNEONEWS, Kuala Kapuas - Evaluasi pelaksanaan Dana Alokasi Khusus (DAK) Bidang Kesehatan penting dikakukan secara berkesinambungan.

Hal ini disampaikan Sekretaris Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Kapuas, dr. Jum’atil Fajar saat kegiatan Pemantauan pelaksanaan DAK Bidang Kesehatan. 

Acara ini dihadiri oleh berbagai pihak, termasuk Tim dari Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Tengah, para pengelola DAK di Dinas Kesehatan Kabupaten Kapuas, dan perwakilan dari beberapa Puskesmas serta RSUD dr. H. Soemarno Sosroatmodjo.

"Pentingnya evaluasi yang berkesinambungan dalam pelaksanaan DAK, terutama terkait penyerapan anggaran yang masih menghadapi beberapa tantangan, baik di level kabupaten maupun di tingkat pusat," katanya, Jumat, 11 Oktober 2024.

Ia menekankan bahwa meskipun terdapat kendala, evaluasi yang terukur dapat membantu memperbaiki program-program di masa mendatang

Pada sesi diskusi, berbagai permasalahan terkait penyerapan DAK dibahas, terutama yang berkaitan dengan alih sistem ke SIPD (Sistem Informasi Pemerintah Daerah).

dr. Jum’atil menyampaikan bahwa banyak pengelola DAK mengalami kesalahan saat melakukan entri data, khususnya terkait pengadaan barang dan jasa yang menyebabkan terhambatnya penyerapan anggaran. 

Selain itu, ia juga menyoroti adanya tantangan besar dalam pelaksanaan program di tahun 2025, terutama dalam screening kesehatan, seperti screening ginjal dan gigi, yang membutuhkan sumber daya yang memadai.

Dirinya juga menggarisbawahi bahwa tahun 2024 Kabupaten Kapuas tidak memiliki ABT (Anggaran Biaya Tambahan), namun penyesuaian anggaran melalui pergeseran masih memungkinkan untuk dilakukan. 

"Saya berharap evaluasi rutin seperti ini bisa dilakukan dengan melibatkan semua bidang dan tim, agar setiap kendala dan solusi bisa diidentifikasi dan ditangani dengan baik," pungkasnya. (DODI/j)