PEKANBARU –
**Borneonews - Pekanbaru**, Bank Indonesia (BI) Provinsi Riau mengungkapkan bahwa pertumbuhan ekonomi di wilayah ini pada Triwulan III tahun 2024 telah mencapai angka 3,7 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya. Pihak BI optimis bahwa angka tersebut akan mencapai target awal sebesar 4 persen pada akhir tahun ini. Dalam acara Bincang Ekonomi dan Diseminasi Dukung Akselerasi Ekonomi Riau (Bedelau) yang berlangsung di Pekanbaru, Kepala Perwakilan BI Riau, Panji Achmad, menjelaskan bahwa pertumbuhan ekonomi ini didorong oleh kolaborasi antara pemerintah daerah, instansi vertikal, serta pelaku usaha. Pertumbuhan ini lebih tinggi dibandingkan dengan realisasi Triwulan III tahun 2023, yang tercatat sebesar 3,42 persen, menunjukkan tren positif perekonomian Riau. "Prestasi ini menjadikan Riau sebagai provinsi dengan Pendapatan Domestik Regional Bruto (PDRB) terbesar kedua di luar Pulau Jawa, dengan kontribusi sebesar 4,99 persen terhadap total PDRB nasional," ungkap Panji Achmad. Pertumbuhan ekonomi yang signifikan ini terutama didorong oleh permintaan domestik yang optimis dan kuat. Daya beli masyarakat di Riau relatif stabil, yang didukung oleh peningkatan harga komoditas kelapa sawit. Selain itu, momen Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) dan liburan sekolah juga berperan dalam mendorong aktivitas konsumsi rumah tangga pada Triwulan II/2024. Meski demikian, permintaan eksternal mencatatkan penurunan yang terlihat dari kinerja ekspor yang masih terkontraksi dalam periode yang dilaporkan. Dengan perkembangan ini, Riau semakin menarik perhatian para investor domestik maupun asing. Pada semester pertama tahun 2024, total investasi yang masuk ke Riau, baik dari dalam maupun luar negeri, mencapai Rp53,1 triliun, meningkat 8,37 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya. Panji menambahkan bahwa aktivitas investasi ini telah menciptakan lapangan kerja baru bagi 60.515 tenaga kerja, serta menjadikan Riau sebagai provinsi dengan peringkat keenam dalam hal investasi terbesar secara nasional. Dari sisi lapangan usaha, sektor ekonomi di Riau menunjukkan kinerja yang positif, terutama pada komoditas pulp dan kertas. Di sektor hulu, peningkatan produksi hasil hutan berkontribusi terhadap peningkatan kinerja subsektor kehutanan. Sementara itu, di sektor hilir, ekspansi yang dilakukan oleh perusahaan-perusahaan dalam industri pulp dan kertas turut mendorong kinerja industri kertas, terlihat dari volume ekspor yang meningkat. "Sejalan dengan kemajuan perekonomian ini, sektor perbankan di Riau juga mampu memberikan kredit dan pembiayaan sebesar Rp154,20 triliun, mengalami pertumbuhan sebesar 12,62 persen (year on year) hingga Agustus 2024," tuturnya. ANTARA