JAKARTA –
**Borneonews - [Gaza]**, Program Pangan Dunia (*World Food Programme/WFP*) mengeluarkan peringatan mengenai kemungkinan ancaman kelaparan yang semakin meningkat di wilayah Gaza menjelang datangnya musim dingin. Dalam sebuah laporan yang dirilis, WFP menegaskan bahwa masyarakat di kawasan tersebut tetap terjebak dalam kondisi tragis dan penuh kesengsaraan. WFP mengungkapkan bahwa setiap hari merupakan perjuangan berat untuk bertahan hidup, terutama dengan ancaman kelaparan yang masih mengintai. Dalam pesannya melalui platform *X*, badan PBB tersebut menyatakan, "Ketika musim dingin tiba, situasi akan semakin sulit dan kelaparan terus merajalela." Lebih lanjut, lembaga ini menekankan bahwa tantangan untuk memasukkan pasokan bantuan yang sangat diperlukan akan semakin meningkat. WFP juga menegaskan bahwa langkah-langkah untuk mengatasi situasi ini harus segera diambil agar tidak semakin memburuk. Awal pekan ini, mereka telah memperingatkan bahwa satu juta orang berisiko kehilangan akses terhadap dukungan penting jika aliran bantuan tidak segera dilanjutkan. Dalam beberapa bulan terakhir, jumlah bantuan yang diterima oleh Gaza telah menurun secara drastis. Hal ini mengakibatkan WFP harus menghentikan distribusi paket makanan pada bulan Oktober ini. Menurut pernyataan resmi, terdapat sekitar 100.000 ton makanan yang sudah disiapkan dan terdistribusi di berbagai koridor—termasuk Yordania, Ashdod, dan Mesir—yang cukup untuk memenuhi kebutuhan lebih dari satu juta orang selama lima bulan. Namun, penutupan titik penyeberangan, isu keamanan, dan gangguan pada rute pengiriman menjadi kendala utama yang menghambat distribusi bantuan tersebut. Dengan hari-hari musim dingin yang semakin mendekat dan setelah melewati satu tahun konflik yang berkepanjangan, banyak warga Gaza kini hidup dalam kondisi yang sangat memprihatinkan. Mereka tidak memiliki tempat tinggal yang memadai, tidak mendapatkan akses terhadap bahan bakar, dan menerima sedikit bantuan kemanusiaan. Selain itu, WFP juga memperhatikan situasi yang semakin memburuk di Tepi Barat yang diduduki. Organisasi itu menunjukkan kekhawatiran mendalam terkait dengan perkembangan yang ada, karena situasi yang semakin tidak stabil. "Operasi militer Israel yang berskala besar, pembatasan pergerakan, serta meningkatnya kekerasan oleh pemukim berkontribusi pada perburukan keadaan kelaparan," demikian disampaikan WFP dalam laporan mereka. ANTARA