BORNEONEWS. Muara Teweh - Bupati Barito Utara H Nadalsyah secara resmi membuka Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Grasstrack Seri IV, di Sirkuit Panglima Batur Muara Teweh yang diikuti kroser-kroser nasional seperti Fernando Tulandi, yang menjuarai Grasstrack seri III tahun lalu.

Selain itu juga ada Ryan Fahrenza asal Kalsel dan Ria Made Rinaldi asal Kaltim. Tak ketinggal kroses-kroser terbaik kalteng lainnya Misalnya M Al Rasyid asal Barut, Satya Wizia Barut, Jeremy Tuwan dari Kota Palangka Raya dan Taufik Akbar dari Tamiang Layang Bartim.

Ribuan penonton memadati sirkuit kebanggaan masyarakat Kota Muara Teweh ini untuk menyaksikan puluhan kroser adu nyali.

Tanda dimulainya Kejurnas Grastrack seri IV, diawali dengan pengibaran bendera start oleh Bupati Barut H Nadalsyah yang datang bersama Istri Hj Sri Hidayati Nadalsyah serta dihadiri juga unsur FKPD dan sejumlah kepala SKPD.

Bupati berharap, dari Kejurnas ini bisa melahirkan generasi baru Barut, crosser handal yang dapat bertarung di kancah nasional dan internasional.

Sementara itu, Ketua Panitia Kejurnas seri IV Grasstrack, Gilang Yudhistira menjelaskan, sebanyak 86 kroser dari sejumlah kabupaten di Kalimantan dan Sulawesi mengikuti kejuaraan nasional grasstrack seri IV Bupati Batara Championship di Muara Teweh, Kabupaten Barito Utara, 27-28 Agustus 2016.

Kejuaraan olahraga bermotor regional IV Kalimantan diikuti puluhan kroser ini menampilkan 11 kelas yang diperlombakan dengan peserta 186 starter. Selain dari Kalteng, juga kroser asal Kalimantan Selatan dan Kalimantan Timur serta Sulawesi Utara tampil di Sirkuit Panglima Batur di Jalan Negara Muara Teweh-Banjarmasin kilometer tujuh.

Selain itu, ada pula kroser nasional dari Sulawesi Utara yakni Vernando Tulandi (16 tahun) juara nasional pemula 2014 dan kini bertarung di kelas yunior.

Kegiatan ini memperebutkan hadiah total Rp70 juta ditambah dua unit sepeda motor itu memperlombakan sebelas kelas semua kelas itu antara lain enam kelas kejurnas, yakni bebek standar pemula, bebek modifikasi 4 langkah 110 cc junior, bebek modifikasi 4 langkah 125 cc junior, bebek modifikasi 4 langkah 110 cc senior, bebek modifikasi 4 langkah 125 cc senior dan kelas sport dan trail senior.

Kemudian kelas sporting race (tambahan) yakni kelas bebek standar pemula Barito Utara, campuran s/d 200 cc open, mini trail (usia maksimal 12 tahun) open dan enduro s/d 500 cc open serta spesial egine (SE).

“Pada kejurnas ini semua penonton tidak dipungut biaya atau gratis, namun peserta tetap dikena biaya pendaftaran,” ujar Gilang, Sabtu (27/8/2016 (AGUS SIDIK/m)