MAKASSAR –
**Borneonews - Mamuju,** Tim Promosi Kesehatan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Provinsi Sulawesi Barat telah melaksanakan kegiatan penyuluhan yang difokuskan pada deteksi dini gangguan mata kepada masyarakat dan para pengunjung rumah sakit. Kegiatan ini diadakan dalam rangka merayakan Hari Penglihatan Sedunia. Direktur RSUD Sulbar, Marintani Erna Dochi, menjelaskan bahwa pentingnya kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai deteksi dini masalah penglihatan. Deteksi dini dianggap krusial karena dapat mencegah kebutaan dan meningkatkan kualitas hidup orang-orang pada umumnya. Marintani menambahkan bahwa penyuluhan ini memberikan informasi berharga mengenai pentingnya pemeriksaan mata secara berkala. Menurutnya, sejumlah gangguan penglihatan dapat dicegah atau diobati jika terdeteksi pada fase awal. Sebagian besar kondisi mata, seperti katarak dan glaukoma, seringkali tidak disadari oleh penderita hingga mencapai tahap yang lebih parah. Dia berharap bahwa, dengan adanya edukasi yang tepat, masyarakat akan semakin peduli terhadap kesehatan mata mereka dan lebih rutin melakukan pemeriksaan. "Melalui kegiatan penyuluhan ini, kami ingin menumbuhkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kesehatan mata," tegas Marintani. Di sisi lain, dokter spesialis mata RSUD Sulbar, Sarkiah Huseng, menyatakan bahwa penglihatan merupakan salah satu fungsi vital dalam berbagai aspek kehidupan manusia. Dia pun menekankan pentingnya melakukan pemeriksaan mata secara rutin. “Sebagian besar orang cenderung melakukan pemeriksaan mata hanya saat mengalami keluhan. Padahal, melakukan pemeriksaan secara berkala juga sangat diperlukan untuk mencegah masalah yang lebih serius,” ungkapnya. Sarkiah juga memberikan gambaran bahwa Indonesia termasuk dalam kategori negara dengan prevalensi kebutaan yang tinggi, di mana angka global menunjukkan prevalensi lebih dari satu persen. Dia menjelaskan lebih lanjut bahwa terdapat berbagai macam gangguan penglihatan, seperti katarak yang disebabkan penglihatan yang semakin kabur, glaukoma yang berkontribusi pada gangguan mata lainnya, dan masalah refraksi yang sering kali mengharuskan individu untuk memicingkan mata atau memiringkan kepala saat melihat objek. Lebih jauh, Sarkiah menjelaskan beberapa gejala yang harus diwaspadai sebagai tanda adanya gangguan mata, antara lain nyeri pada area mata, pembengkakan atau munculnya benjolan, serta pandangan yang mendadak kabur. Pemeriksaan mata secara rutin dianggap sebagai langkah penting dalam deteksi dini, terutama bagi individu yang memiliki risiko tinggi karena riwayat penyakit sistemik seperti diabetes atau hipertensi, serta anak-anak yang lahir prematur. “Dengan melakukan pemeriksaan rutin, kita dapat menurunkan risiko kerusakan mata yang disebabkan penyakit yang belum terdeteksi,” tambahnya. Kegiatan penyuluhan ini diharapkan mampu memberikan pemahaman lebih kepada masyarakat mengenai pentingnya kesehatan mata dan tindakan preventif yang dapat dilakukan. ANTARA