**Borneonews - Pontianak**, Pemerintah Kota Pontianak, yang terletak di Kalimantan Barat, memberikan dukungan serta fasilitas untuk pembinaan lembaga keagamaan. Langkah ini diambil dalam upaya meningkatkan pemahaman tentang kehidupan beragama yang harmonis di dalam masyarakat dan negara.
Penjabat Wali Kota Pontianak, Ani Sofian, mengungkapkan bahwa tujuan dari pembinaan ini adalah untuk memastikan lembaga-lembaga keagamaan beserta pengurusnya memahami betul fungsi dan tanggung jawab mereka sebagai pembina umat. Menurutnya, peran lembaga keagamaan sangat krusial dalam mendukung pembangunan kota serta menjaga kerukunan antarumat beragama.
Lebih lanjut, Ani Sofian menjelaskan bahwa memahami ajaran agama dengan baik dapat menumbuhkan rasa saling menghormati dan toleransi di antara penganut berbagai agama. Ia menekankan bahwa pembangunan di Kota Pontianak memerlukan kontribusi dari semua pihak, termasuk peran ustadz dan ustadzah, serta elemen masyarakat lainnya.
Dengan adanya pembinaan ini, Wali Kota berharap pemahaman antarumat beragama dapat meningkat, sehingga kelembagaan tersebut berfungsi dengan baik, baik dalam membina jamaah maupun masyarakat yang berada di sekitarnya. "Harapannya, hal ini dapat mencegah terjadinya gesekan, pertikaian, dan permusuhan. Suasana damai, aman, dan sejahtera adalah modal dasar bagi pembangunan di Kota Pontianak," tuturnya.
Ani Sofian juga menggarisbawahi beberapa poin penting dalam pembinaan lembaga keagamaan. Pertama, perlunya penguatan dialog antar pemeluk agama agar pemahaman dan toleransi dapat meningkat. Kedua, perlu dilakukan peningkatan kapasitas lembaga keagamaan melalui pelatihan dan dukungan untuk memperkuat kapasitas mereka dalam melayani umatnya.
"Selain itu, penting untuk mengintegrasikan lembaga-lembaga keagamaan dalam program-program pembangunan kota, guna menciptakan sinergi yang positif," jelasnya.
Ani Sofian juga menyoroti tren politisasi dalam acara keagamaan, terutama menjelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024. Ia menegaskan bahwa lembaga-lembaga keagamaan di Kota Pontianak perlu memberi pencerahan kepada umat agar tidak terjebak dalam kepentingan politik.
"Dalam banyak kasus, kita melihat acara keagamaan berubah menjadi acara politik. Oleh karena itu, penting untuk memberikan pemahaman kepada umat agar kegiatan keagamaan tetap terjaga dari indikasi politis," pungkasnya.
ANTARA
Pemerintah Kota Pontianak Fasilitasi Pembinaan Lembaga Keagamaan
Bagikan:

PONTIANAK –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Penipu Galang Dana Karhutla Raup Rp8 Juta Dibekuk
Pertamina Tambah Pasokan BBM dan Operasional SPBU
Bawa Tongkat Komando Berisi Belati ke DPRD Kalsel, Pria 47 Tahun Diamankan Polisi
TNI-Polri Kedepankan Pendekatan Dialogis dalam Mengamankan Dogiyai
Tolak Ajakan Berkelahi, Siswa SMP di Banjarmasin Tetap Dipaksa hingga Tersungkur
Survei IPO: Meutya Hafid Masuk 10 Besar Menteri Berkinerja Terbaik
Komentar (0)
Memuat komentar…







