**Borneonews - Bantul**, Pemerintah Kabupaten Bantul yang terletak di Daerah Istimewa Yogyakarta berkomitmen untuk melibatkan semua pihak, termasuk stakeholder dan masyarakat, dalam upaya menciptakan pengelolaan sampah yang mandiri. Langkah ini diambil guna mencapai kemandirian dalam pengelolaan limbah yang ada di daerah tersebut.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bantul, Bambang Purwadi, menyatakan bahwa pengelolaan sampah secara mandiri merupakan salah satu metode untuk meraih status sebagai Kabupaten Mandiri Pengelolaan Sampah. Menurutnya, pengelolaan yang baik harus dimulai dari rumah tangga dan para produsen sampah, dengan menerapkan langkah-langkah seperti pengurangan dan pemilahan sampah sesuai dengan jenisnya.
Bambang juga menekankan pentingnya optimalisasi bank sampah atau konsep *sodaqoh sampah* pada tingkat pedukuhan atau dusun. Oleh karena itu, pengolahan sampah di *TPS3R* (Tempat Pengolahan Sampah Sistem Reduce, Reuse, dan Recycle) yang ada di tingkat kelurahan harus ditingkatkan.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa pembangunan infrastruktur pengelolaan sampah di tingkat kabupaten menjadi sangat penting, seperti pembangunan *Intermediate Treatment Facility* (ITF) di Niten, serta *Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu* (TPST) di Modalan dan TPST Dingkikan Argodadi.
Melalui berbagai inisiatif ini, diharapkan tantangan dalam penerapan kebijakan desentralisasi pengelolaan sampah pada tahun 2024 yang dikeluarkan oleh pemda DIY dapat diatasi. Program Bantul Bersih Sampah, yang ditargetkan selesai pada tahun 2025, menjadi langkah konkret untuk menyelesaikan masalah mendesak seputar sampah di Bantul.
Dalam mendukung upaya tersebut, pihak DLH Bantul juga telah menjalin kerjasama melalui nota kesepahaman dengan sebuah perusahaan semen dari Cilacap, Jawa Tengah. Kerjasama ini bertujuan untuk memanfaatkan bahan bakar alternatif berupa *refuse derived fuel* (RDF) yang merupakan hasil olahan sampah dari TPST Argodadi.
Bambang menuturkan bahwa setelah alat di TPST Argodadi beroperasi dan mampu memproduksi RDF, bahan bakar pengganti batu bara yang dihasilkan dapat segera dikirimkan. Dengan demikian, hal ini diharapkan memberikan dampak positif, baik bagi pemerintah daerah maupun masyarakat sekitar.
ANTARA
Bantul Tingkatkan Kemandirian Pengelolaan Sampah Melalui Kerja Sama
Bagikan:

YOGYAKARTA –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Polres Barito Timur Kerahkan 38 Personel Padamkan Karhutla di Murutuwu
Veda Ega Sebut Tugasnya Belum Usai Setelah Berada di Pole Position
Sembilan Hari Risnayati Hilang, Pencarian Terkendala Kabut Asap Karhutla
Indonesia Lampaui Target Emas Asian Para Games 2026
Rian/Daniel ke Final Kudus Indonesia Masters Usai Menang Tiga Gim
Kemnaker Umumkan Syarat dan Cara Daftar Pelatihan Vokasi Korban PHK
Komentar (0)
Memuat komentar…







