**Borneonews - Kota Bengkulu**, Dinas Kesehatan Kota Bengkulu terus melakukan sosialisasi di berbagai puskesmas untuk mendorong masyarakat dalam menjaga kebersihan rumah. Upaya ini dilakukan sebagai langkah antisipasi terhadap penyebaran penyakit demam berdarah dengue (*DBD*).
Kepala Dinas Kesehatan Kota Bengkulu, Joni Haryadi Thabrani, mengungkapkan bahwa hingga awal October 2024, tercatat sebanyak 254 warga terinfeksi penyakit tersebut. Meningkatnya kasus ini mendorong dinas kesehatan untuk lebih aktif dalam mengedukasi masyarakat.
"Kami mengajak seluruh elemen masyarakat di Kota Bengkulu untuk lebih berhati-hati dalam menjaga lingkungan. Dikenal sebagai penyebab *DBD*, nyamuk *Aedes Aegypti* mudah berkembang biak, terutama pada musim hujan. Oleh karena itu, sangat penting untuk memeriksa dan menjaga kebersihan rumah agar nyamuk tidak bersarang," tegasnya.
Dalam rangka meningkatkan kewaspadaan, Dinas Kesehatan juga memberikan penyuluhan kepada masyarakat mengenai langkah-langkah pencegahan. Salah satu metode yang diperkenalkan adalah penerapan program 5 M yang meliputi: mengubur barang bekas yang dapat menampung air, menutup tempat penampungan air, menguras bak mandi atau penampungan air setidaknya dua kali seminggu, menaburkan bubuk abate di tempat penampungan air yang sulit dibersihkan, serta mengganti air di vas bunga secara rutin.
Joni juga mengingatkan pentingnya menjaga kesehatan melalui pola makan yang seimbang untuk mencegah terjadinya *DBD*. Di samping itu, Dinas Kesehatan Kota Bengkulu berencana melakukan pengasapan atau *fogging* ketika terdapat dua atau lebih kasus terinfeksi *DBD*, yang didukung dengan hasil laboratorium yang valid.
"Dinas Kesehatan siap melakukan pengasapan sesuai permintaan masyarakat. Namun, perlu diingat bahwa pengasapan ini hanya efektif untuk membunuh nyamuk dewasa dan tidak menjamin pencegahan total," jelasnya.
Puskesmas di Kota Bengkulu juga telah menjalankan program kader jentik, yang bertugas untuk mengunjungi rumah-rumah warga guna memeriksa keberadaan jentik-jentik nyamuk di area seperti bak mandi atau tempat penampungan air lainnya.
Sebagai informasi tambahan, dari Januari hingga awal September 2024, berikut adalah data jumlah kasus *DBD* di seluruh Provinsi Bengkulu: Kabupaten Kaur 142 kasus, Kabupaten Bengkulu Selatan 231 kasus, Kabupaten Seluma 296 kasus, Kota Bengkulu 253 kasus, Kabupaten Bengkulu Tengah 82 kasus, Kabupaten Kepahiang 173 kasus, Kabupaten Rejang Lebong 342 kasus, Kabupaten Lebong 156 kasus, Kabupaten Bengkulu Utara 364 kasus, dan Kabupaten Mukomuko mencatatkan 511 kasus.
ANTARA
Upaya Dinkes Bengkulu Cegah Penyebaran DBD di Masyarakat
Bagikan:

BENGKULU –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Iran Ancam Gunakan Taktik Baru jika AS Kembali Lancarkan Serangan
OJK Kalteng Tekankan Manfaat Nyata Inklusi Keuangan bagi Kesejahteraan Masyarakat
Dokter Jadi Tersangka Dugaan Pencabulan terhadap Anak Kandung Berusia 4 Tahun
Dampak Karhutla bagi Kesehatan Bukan Hanya Gangguan Pernapasan
Karhutla Ancam Habitat Orangutan di Kalteng, Patroli dan Evakuasi Satwa Diperkuat
Hadapi Isenmulang FC, PSIM Fokus Pulihkan Fisik dan Benahi Pertahanan
Komentar (0)
Memuat komentar…







