SAMARINDA –
**Borneonews - Berau**, Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Kalimantan Timur menunjukkan komitmennya yang kuat dalam menjaga kelestarian wilayah pulau pesisir serta perairan sekitarnya. Upaya ini dilakukan melalui aktivitas monitoring dan pelestarian kawasan konservasi di pulau-pulau kecil yang terletak di wilayah pesisir. Yuliana Nidyasari, selaku Fungsional Pengelola Ekosistem Laut dan Pesisir Ahli Muda di DKP Kaltim, menjelaskan bahwa kegiatan monitoring dan pengawasan akan difokuskan di kawasan Kepulauan Derawan dan perairan yang ada di sekitarnya, yang berlokasi di Kabupaten Berau. Menurutnya, tempat ini bukan hanya menyimpan potensi wisata bahari yang menarik, tetapi juga menjadi habitat penting bagi berbagai spesies laut yang dilindungi, seperti penyu, hiu, paus, dan terumbu karang. Monitoring yang dilakukan bertujuan untuk mengenali berbagai potensi ancaman yang dapat merusak keanekaragaman hayati di kawasan tersebut. Ancaman yang perlu diperhatikan meliputi penangkapan ikan secara ilegal, polusi laut, dan kerusakan habitat yang signifikan bagi keseimbangan ekosistem. DKP Kaltim berkomitmen untuk menjaga kawasan konservasi tersebut, yang memiliki peran vital sebagai salah satu pusat keanekaragaman hayati di Indonesia. Provinsi Kalimantan Timur memiliki kawasan konservasi yang luasnya mencapai 285.000 hektare di Kabupaten Berau. Kawasan ini telah ditetapkan melalui Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia nomor 87 tahun 2016. Yuli menambahkan, melalui kegiatan monitoring dan publikasi informasi, mereka berharap masyarakat dapat lebih memahami zona-zona yang telah ditentukan. Dengan pengetahuan ini, masyarakat akan tahu mana kawasan yang boleh digunakan untuk kegiatan tertentu dan mana yang dilarang. Selain melakukan monitoring, DKP juga menjalin kerjasama dengan masyarakat setempat, termasuk para nelayan dan kelompok yang peduli terhadap lingkungan. Kerangka kerja sama ini bertujuan untuk mendorong partisipasi masyarakat dalam menjaga kelestarian kawasan. Program edukasi dan peningkatan kapasitas bagi komunitas pesisir juga menjadi fokus DKP. Melalui upaya ini, diharapkan masyarakat bisa lebih menyadari pentingnya perlindungan dan pelestarian lingkungan laut. Lebih lanjut, DKP Kaltim akan terus melakukan monitoring serta evaluasi untuk memastikan bahwa kawasan konservasi tetap terjaga. Langkah-langkah ini dimaksudkan untuk memberikan manfaat jangka panjang, baik dalam aspek ekologi maupun ekonomi bagi masyarakat. Yuli menegaskan bahwa melalui kegiatan ini, DKP akan terus mendorong upaya konservasi yang memperhatikan keseimbangan antara pemanfaatan sumber daya alam laut dan pelestarian lingkungan demi masa depan yang berkelanjutan. Kegiatan monitoring di kawasan konservasi pulau-pulau kecil di Kepulauan Derawan juga didukung oleh Didik Riyanto, Nana Indrayana, dan Rahmat, sebagai Staf Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Kawasan Konservasi Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil Kabupaten Berau. ANTARA