MATARAM –
**Borneonews - Mataram**, Dinas Pengendalian Pendudukan dan Keluarga Berencana (DP2KB) Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, berkomitmen untuk terus mengembangkan program sekolah untuk lanjut usia (lansia). Program ini bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat lansia serta mendorong kemandirian mereka, agar dapat hidup dengan sehat dan bahagia. Kepala DP2KB Kota Mataram, M Carnoto, menginformasikan bahwa sekolah lansia akan diperluas di Kecamatan Ampenan, yang merupakan salah satu dari enam kecamatan di Kota Mataram. Hal ini disampaikannya di sela-sela acara wisuda pertama untuk 36 orang lansia yang telah menyelesaikan program pendidikan di Kelurahan Kebon Sari, Kecamatan Ampenan. Kelurahan Kebon Sari dipilih sebagai lokasi percobaan program sekolah lansia yang telah berjalan selama enam bulan. M Carnoto menilai program ini sangat efektif dan berhasil, yang terlihat dari semangat para peserta. "Alhamdulillah, hari ini kami merayakan wisuda 36 lansia yang berpartisipasi di Kelurahan Kebon Sari," ungkapnya. Setelah wisuda di Kebon Sari, DP2KB berencana untuk menyelenggarakan kegiatan serupa di sepuluh kelurahan lainnya di Kecamatan Ampenan. M Carnoto menekankan perlunya fokus pada satu kecamatan terlebih dahulu. Jika program menunjukkan hasil yang baik, DP2KB akan meneruskan ke lima kecamatan lainnya. Selama mengikuti sekolah lansia, kegiatan dilakukan setiap minggu dengan tujuh item pembelajaran, yang mencakup materi teori dan praktik. Para pengajar di sekolah ini berasal dari berbagai disiplin ilmu, termasuk pemateri dari Perguruan Tinggi Yarsi yang membahas sosiologi dan psikologi, serta dr. Agus untuk materi kesehatan. Selain itu, sejumlah pemateri juga berasal dari Rumah Senja. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa kegiatan sekolah lansia di Kebon Sari mendapat respon positif dari para peserta. Mereka merasa senang karena program ini menjadi wadah untuk bersosialisasi, menambah energi positif, serta kemampuan baru. Salah satu keterampilan yang diajarkan adalah membuat kue, yang diharapkan dapat mendukung kemandirian peserta. M Carnoto berharap bahwa melalui inisiatif ini, masyarakat akan semakin menghargai dan menghormati kaum lansia, serta menempatkan mereka pada posisi yang sesuai dengan martabatnya. ANTARA