SAMARINDA –
**Borneonews - Paser**, Dinas Perkebunan Provinsi Kalimantan Timur mengupayakan pembentukan kelembagaan petani yang kokoh di wilayahnya. Tujuannya adalah agar para petani dapat mengelola usaha pertanian mereka secara mandiri dan lebih modern. Langkah ini mencakup semua aspek mulai dari pemilihan benih hingga pemasaran hasil panen. Kepala Dinas Perkebunan Kaltim, Ence Achmad Rafiddin Rizal, mengungkapkan bahwa penggunaan benih unggul berkualitas tinggi merupakan faktor kunci bagi keberhasilan pertanian modern di kawasan tersebut. Benih unggul tidak hanya dapat meningkatkan hasil panen, tetapi juga membuat tanaman lebih tahan terhadap hama dan penyakit serta lebih adaptif terhadap perubahan iklim. Rizal menekankan pentingnya adanya kelembagaan yang menaungi para produsen benih. Kelembagaan ini bertujuan untuk memastikan distribusi pengetahuan, penyediaan bantuan fisik, serta menjaga mutu bibit yang diberikan kepada petani. Dengan terbentuknya kelembagaan, petani akan mendapatkan pelatihan, akses informasi, dan dukungan modal untuk mengembangkan usaha mereka. Selain itu, keberadaan kelembagaan ini diharapkan bisa mencegah penyebaran benih ilegal yang dapat merugikan masyarakat. Rizal juga menyoroti tingginya penggunaan benih kelapa sawit palsu di kalangan petani, yang disebabkan oleh beberapa faktor. Di antaranya adalah kurangnya ketersediaan benih bersertifikat yang memadai, rendahnya pemahaman petani mengenai pentingnya penggunaan benih bersertifikat, serta kurangnya akses terhadap benih tersebut. Faktor lain yang memperburuk situasi adalah tingginya harga benih bersertifikat, kemudahan dan harga murah dalam mendapatkan benih palsu, serta kesulitan dalam membedakan antara benih bersertifikat dan yang tidak. Untuk mengatasi masalah ini, Dinas Perkebunan Provinsi Kalimantan Timur mendorong para produsen benih untuk menyediakan benih berkualitas dengan harga yang lebih terjangkau. Diperlukan juga pengembangan sistem distribusi yang efektif untuk memastikan bahwa benih dapat dengan mudah diakses oleh petani. Selain itu, untuk memastikan keberhasilan penyediaan benih kelapa sawit unggul, perlu dilakukan pemetaan lokasi sumber benih, produsen, dan pekebun dalam ekosistem bisnis. Langkah ini bisa diimplementasikan melalui inisiatif lembaga produsen benih berbasis korporasi, yang diorganisasikan dalam satu wadah yang dikenal sebagai Korporasi Petani. Inisiatif ini diharapkan dapat memperkuat posisi petani serta mendukung pertumbuhan usaha pertanian di Kalimantan Timur. ANTARA